Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Alasan Indonesia Waspadai Jepang Meskipun Mainkan Tim Pelapis, Bahaya Gol Cepat Setelah Kick-Off

Agung Sedana • Sabtu, 7 Juni 2025 | 21:10 WIB
Melawan Indonesia di Osaka, Tim Jepang akan turunkan tim pelapis kedua.
Melawan Indonesia di Osaka, Tim Jepang akan turunkan tim pelapis kedua.

RADARBANYUWANGI.ID - Suporter Timnas Indonesia tentu berharap Garuda bisa mencuri poin dari Jepang di laga pamungkas kualifikasi Piala Dunia 2026, terutama setelah kabar bahwa Hajime Moriyasu hanya membawa skuad "lapis kedua" ke pertandingan tersebut.

Meski Jepang menurunkan tim pelapis, bukan berarti jalan Garuda menuju kejutan akan lebih mudah. Justru, ada alasan kuat mengapa Timnas Indonesia harus tetap waspada penuh.

Jepang memang mencoret banyak pemain utamanya seperti Kaoru Mitoma, Daichi Kamada, dan Takumi Minamino. Namun, pemain pengganti yang dipanggil pun bukan sembarangan.

Nama-nama muda seperti Ryunosuke Sato (18 tahun) dan beberapa jebolan J-League elite punya kemampuan teknis tinggi dan semangat membara untuk membuktikan diri.

Bahkan di laga terakhir melawan Australia, Jepang yang tampil dengan sembilan pemain starter debutan tetap bisa menyulitkan lawan dan hanya kalah tipis 0-1.

Itu menunjukkan bahwa kualitas "tim B" mereka masih lebih dari cukup untuk tampil solid di level Asia.

Pemain cadangan biasanya justru lebih lapar. Mereka datang bukan untuk mengisi kekosongan, tapi untuk mengguncang hierarki. Inilah yang membuat laga melawan pemain pelapis bisa lebih sulit diprediksi.

Setiap menit bermain di level internasional sangat berarti bagi mereka. Mereka akan tampil ngotot demi mendapat tempat di skuad final Jepang untuk putaran berikutnya dan Piala Dunia 2026.

Artinya, intensitas dan tekanan tetap tinggi sejak peluit kick-off dibunyikan, Garuda harus waspada potensi gol cepat. 

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, memang merotasi skuad. Tapi bukan berarti ia menganggap enteng Indonesia.

Dalam pernyataannya usai kalah dari Australia, ia bertekad untuk menutup kualifikasi dengan kemenangan di kandang.

“Kami ingin menutupnya dengan kemenangan. Kami akan melakukan persiapan terbaik,” ujarnya.

Ini sinyal bahwa Jepang tak akan membiarkan Indonesia mengatur ritme permainan.

Bagi Indonesia, laga ini lebih dari sekadar formalitas. Selain menjaga momentum positif, ranking FIFA juga dipertaruhkan.

Jika mampu menahan imbang atau menang, Timnas akan mendapat tambahan poin signifikan yang bisa mengatrol posisi ke 115 besar dunia.

Tapi jika menganggap Jepang akan tampil lunak hanya karena nama besar mereka absen, itu bisa jadi bumerang.

Patrick Kluivert dan staf pelatih perlu menyusun strategi matang untuk meredam energi muda Jepang yang eksplosif.

Singkatnya, Jepang memang datang dengan wajah berbeda. Tapi filosofi mereka tetap sama: pressing cepat, operan tajam, dan disiplin tinggi.

Menghadapi mereka dengan santai justru berbahaya. Indonesia wajib tetap tampil dengan level fokus maksimal. Satu kesalahan kecil bisa menghapus semua kerja keras selama fase grup.

 

Editor : Agung Sedana
#susunan pemain jepang #pemain dicoret #garuda #indonesia vs jepang