RADARBANYUWANGI.ID - Timnas Indonesia terus melanjutkan proyek besar membangun skuad yang lebih kompetitif dengan menggandeng pemain-pemain diaspora. Saat ini, ada empat nama muda menjadi sorotan utama PSSI untuk diproses naturalisasi. Empat pemain muda ini cukup potensial untuk dipanggil memperkuat Garuda di babak baru kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sudah memberi sinyal kuat soal rencana menambah pemain naturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ia menilai bahwa komposisi skuad saat ini, khususnya di lini depan, masih belum sepenuhnya ideal untuk menghadapi kompetisi internasional ke depan.
Menurut Erick, sektor pertahanan sudah mulai menunjukkan stabilitas berkat keberadaan sejumlah pemain naturalisasi yang mengisi posisi bek kanan, kiri, maupun bek tengah. Namun, ia menyoroti pentingnya memperdalam kekuatan lini serang dan sedikit menambah pilihan di lini tengah.
“Di posisi bek kanan, bek kiri, dan bek tengah, kita sudah aman. Lini tengah juga sudah cukup solid, mungkin tinggal menambahkan satu atau dua pemain lagi. Tapi yang jelas, kita masih perlu menambah kekuatan di lini depan,” kata Erik.
Ia juga menegaskan bahwa meski skuad Garuda sudah mulai terbentuk dengan struktur yang kuat, peningkatan kualitas tetap diperlukan. Hal ini dinilai penting demi menghadapi berbagai agenda besar Timnas di masa mendatang, termasuk kelanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan turnamen regional lainnya.
Adapun 4 pemain potensial baru tersebut yakni Laurin Ulrich, Miliano Jonathans, Mauro Zijlstra, dan Adrian Wibowo. Mereka bukan hanya berdarah Indonesia, tetapi juga lahir dan berkembang di sistem sepak bola Eropa dan Amerika.
Berikut ini adalah profil lengkap dan potensi masing-masing pemain.
Laurin Ulrich – Gelandang Visioner dari Stuttgart
Laurin Ulrich lahir di Heidenheim, Jerman, pada 31 Januari 2005 dan merupakan pemain jebolan akademi VfB Stuttgart yang kini memperkuat tim cadangan mereka di divisi tiga Jerman (3. Liga).
Memiliki tinggi 1,80 meter, Ulrich dikenal sebagai gelandang serang yang memiliki kemampuan olah bola sangat baik, dribbling mumpuni, serta visi permainan di atas rata-rata.
Ia pernah memimpin Timnas Jerman U-17 sebagai kapten dalam ajang Euro U-17 2022 dan diganjar Medali Fritz Walter perak untuk kategori pemain terbaik Jerman U-17.
Ia sempat dipinjamkan ke SSV Ulm, namun kembali ke Stuttgart II pada awal 2025 karena masalah kebugaran. Kakek dari pihak ayahnya berasal dari Surabaya, menjadikan Ulrich eligible membela Indonesia. PSSI telah membuka komunikasi awal dengan keluarganya untuk memulai proses naturalisasi.
Miliano Jonathans – Winger Kreatif Andalan Utrecht
Miliano Jonathans lahir di Arnhem, Belanda, pada 5 April 2004. Ia tumbuh dan berkembang di akademi Vitesse Arnhem sebelum akhirnya promosi ke tim utama.
Pada Januari 2025, Miliano resmi bergabung dengan FC Utrecht dan langsung tampil di Eredivisie. Ia biasa bermain sebagai winger kanan, namun juga bisa ditempatkan sebagai gelandang serang.
Dikenal memiliki akselerasi tinggi dan kemampuan melewati lawan satu lawan satu, Miliano juga cakap dalam menciptakan peluang. Ia memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ayah yang berasal dari Depok, Jawa Barat.
Meski belum memutuskan bergabung dengan Indonesia, namanya terus dikaitkan dengan skuad Garuda karena disebut-sebut sudah didekati sejak usia 16 tahun. Dalam wawancara, ia menyebut ingin fokus dulu di klub barunya sebelum bicara soal tim nasional.
Mauro Zijlstra – Striker Haus Gol dari FC Volendam
Mauro Zijlstra adalah penyerang muda yang sedang naik daun di Belanda. Ia lahir pada 9 November 2004 dan memiliki postur tinggi menjulang 1,88 meter. Mauro merupakan produk akademi AZ Alkmaar yang kemudian sempat bermain di AFC Amsterdam dan NEC Nijmegen sebelum mendarat di FC Volendam U-21.
Musim 2024/2025 menjadi titik balik kariernya. Dalam lima laga awal di tim muda Volendam, ia mencetak enam gol dan satu assist, membuatnya promosi ke tim utama.
Ia adalah tipe striker klasik: kuat dalam duel udara, tajam di kotak penalti, dan pandai mencari ruang. Nenek dari pihak ayahnya berasal dari Bandung, menjadikannya sah untuk membela Indonesia.
Mauro sudah secara resmi mengajukan dokumen naturalisasi ke PSSI dan menyatakan tekad kuat untuk memperkuat Garuda di level internasional.
Adrian Wibowo – Pemain MLS yang Tumbuh dari Akar Indonesia
Adrian Wibowo adalah nama baru yang mencuat dari Amerika Serikat. Pemain kelahiran Los Angeles, 17 Januari 2006 ini merupakan winger kanan yang kini memperkuat Los Angeles FC (LAFC) di Major League Soccer. Ia memiliki tinggi badan 1,83 meter dan kecepatan luar biasa yang membuatnya menonjol di sayap.
Adrian adalah produk Total Futbol Academy sebelum masuk akademi LAFC pada 2018 dan akhirnya promosi ke tim utama pada musim 2025. Ia sudah mencatat debut di MLS saat menghadapi Sporting Kansas City pada Maret lalu.
Menariknya, ia sempat memperkuat Timnas AS U-17, namun kini secara terbuka menyatakan minat membela Timnas Indonesia. Ayahnya berasal dari Surabaya, dan PSSI sudah memasukkan namanya dalam daftar pantauan program naturalisasi.
Adrian dinilai bisa menjadi pemain sayap masa depan yang berbahaya, apalagi jika diberi menit bermain reguler di kompetisi domestik maupun internasional.
Dengan latar belakang pengalaman bermain di liga-liga Eropa dan Amerika, empat pemain keturunan ini bukan hanya menawarkan kualitas, tetapi juga mental bertanding yang dibentuk dari sistem sepak bola mapan.
Laurin Ulrich bisa memperkuat lini tengah dengan visi dan kepemimpinannya. Miliano Jonathans membawa kreativitas dan fleksibilitas di sayap. Mauro Zijlstra bisa menjadi solusi jangka panjang untuk posisi penyerang tengah, sementara Adrian Wibowo menawarkan kecepatan dan penetrasi yang dibutuhkan Garuda untuk mengancam lawan.
Keempatnya merupakan gambaran bahwa masa depan Timnas Indonesia tak lagi sekadar mimpi jika dikelola secara profesional. PSSI kini ditantang untuk memaksimalkan peluang besar ini.
Editor : Agung Sedana