RADARBANYUWANGI.ID - Jelang laga panas Indonesia vs China, nama wasit Rustam Lutfullin kian dikenal di kancah sepak bola Asia, bukan karena kontroversi, melainkan karena ketegasannya dalam menegakkan aturan.
Wasit asal Uzbekistan ini menjadi sorotan bukan hanya karena sering memimpin laga penting seperti Liga Champions Asia atau Kualifikasi Piala Dunia, tetapi juga karena catatan kartunya yang luar biasa tinggi.
Dilansir dari berbagai sumber, hingga pertengahan tahun 2025, tercatat sudah 103 pertandingan resmi yang ia pimpin di berbagai level, mulai dari liga domestik Uzbekistan hingga turnamen AFC dan FIFA.
Dari jumlah itu, Rustam telah mengeluarkan total 493 kartu kuning. Ia juga mencatat 11 kartu kuning kedua yang berujung pada pengusiran pemain, serta 23 kartu merah langsung.
Artinya, sepanjang kariernya, sudah 34 pemain ia keluarkan dari lapangan, baik karena dua kartu kuning maupun merah langsung.
Tak hanya itu, ia juga memberikan total 55 hukuman penalti, menjadikannya sebagai salah satu wasit paling aktif dalam mengambil keputusan krusial di lapangan.
Jika dirata-rata, setiap pertandingan yang dipimpin Rustam Lutfullin hampir selalu diwarnai setidaknya 4 hingga 5 kartu kuning.
Lebih dari itu, dalam tiga pertandingan sekali, ia cenderung mengusir setidaknya satu pemain dari lapangan.
Untuk penalti, statistiknya menunjukkan bahwa lebih dari satu dari dua laga yang ia pimpin akan berujung pada keputusan titik putih.
Gaya memimpinnya konsisten di berbagai level. Di liga Uzbekistan, ia dikenal tak ragu mengeluarkan hingga enam kartu merah hanya dalam delapan pertandingan.
Saat memimpin ajang Liga Champions Asia, catatan 23 kartu kuning dalam empat pertandingan menjadi bukti bahwa disiplin tetap ditegakkan bahkan di level tertinggi.
Bahkan dalam pertandingan persahabatan internasional yang umumnya berlangsung lebih lunak, Rustam Lutfullin tetap keras. Ia pernah mengeluarkan empat kartu merah langsung dari hanya tujuh laga uji coba.
Yang menarik, meskipun banyak disebut sebagai “wasit tukang kartu”, Rustam justru terus dipercaya oleh AFC untuk menangani laga-laga penting.
Hal ini menunjukkan bahwa ketegasan tidak selalu berarti buruk, selama dilakukan dengan konsistensi dan ketelitian.
Dalam dunia sepak bola yang semakin kompetitif, keberadaan wasit seperti Rustam menjadi penting untuk menjaga marwah aturan.
Ia memang bukan sosok yang populer di kalangan pemain temperamental. Namun bagi federasi dan penonton netral, gaya wasit seperti Rustam Lutfullin adalah bentuk perlindungan terhadap permainan itu sendiri.
Menjelang laga Indonesia vs Tiongkok (5 Juni 2025), sejumlah media Tiongkok mengungkap kekhawatiran atas penunjukan Lutfullin.
Situs berita 163.com di Tiongkok menjulukinya sebagai “bintang keberuntungan” bagi Indonesia, karena tercatat ia pernah tiga kali memimpin laga timnas Indonesia dan semuanya berakhir kemenangan Indonesia
Media tersebut menganggap kehadiran Lutfullin bisa menjadi sinyal kurang menguntungkan bagi tim Tiongkok, walaupun tidak ada bukti bias selain statistik kebetulan tersebut. Kekhawatiran ini juga dipicu rekam jejak Lutfullin memberikan kartu merah kepada pemain Tiongkok di ajang Asian Games sebelumnya.
Editor : Agung Sedana