RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 Grand Prix Spanyol 2025 menjadi ajang pembuktian bagi pembalap muda Isack Hadjar, yang kembali menunjukkan performa konsisten dengan finis di posisi ketujuh.
Ini merupakan kali ketiga berturut-turut Hadjar mencetak poin, menandai momentum positif bersama tim Racing Bulls.
Sementara itu, rekan setimnya, Liam Lawson, tampil agresif namun harus puas finis di luar zona poin, tepatnya di urutan ke-11, setelah kurang beruntung dalam strategi pit stop menjelang akhir balapan.
Hadjar Konsisten di Zona Poin, Nikmati Duel Sengit
Start dari posisi ke-9, Isack Hadjar mempertahankan ritme balapan yang solid. Ia terlibat duel sengit dengan sesama pembalap Prancis, Pierre Gasly, di awal lomba.
Meskipun sempat turun ke posisi ke-10 usai pit stop pertama, Hadjar berhasil kembali ke posisi tujuh dan mempertahankannya hingga akhir.
“Balapan terbaik yang bisa kami lakukan hari ini. Saya benar-benar menikmati balapan ini, terutama duel di lap pertama dengan Alonso dan Gasly,” ungkap Hadjar dengan semangat.
Ia memanfaatkan performa baik ban medium dan strategi tim yang efektif, meski harus merelakan satu posisi ke Nico Hulkenberg yang memakai ban soft baru.
Posisi Hadjar sempat turun ke delapan, namun kembali ke tujuh usai penalti untuk Max Verstappen.
Momentum Positif Hadjar Dorong Racing Bulls
Catatan finis Hadjar di tiga balapan Eropa terakhir, P9, P6, dan P7, berkontribusi besar dalam membantu Racing Bulls naik peringkat di klasemen konstruktor, melewati tim Haas.
Ini menjadi kebangkitan impresif setelah musim dibuka dengan kecelakaan formasi lap di Australia.
“Tiga kali finis beruntun di zona poin adalah sesuatu yang luar biasa. Tim semakin paham bagaimana memaksimalkan performa mobil,” kata Hadjar.
Baca Juga: Simone Inzaghi dan Inter Milan Resmi Cerai, Terima Pinangan Al Hilal dengan Gaji Fantantis!
Lawson Tampil Berani tapi Kurang Beruntung
Berbeda dengan Hadjar, Liam Lawson tampil agresif sejak start dari posisi 13. Ia berhasil menyalip Alex Albon dengan manuver pengereman terlambat yang luar biasa, dan mencoba aksi serupa pada Ollie Bearman. Namun, strategi ban menjadi penghalang utamanya.
Lawson bertahan dengan ban soft yang sudah digunakan selama 14 lap saat Safety Car masuk lintasan.
Keputusan ini membuatnya rentan terhadap serangan pembalap lain, dan ia harus menyerahkan posisi terakhir di zona poin kepada Fernando Alonso.
“Kami hanya terlambat setengah detik masuk garis Safety Car, dan itu sangat menentukan hasil akhir,” ujar Lawson kecewa. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi