Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Head to Head Pelatih Patrick Kluivert-Branko Ivankovic Jelang Timnas Indonesia vs Tiongkok: Melawan Sejarah dan Pengalaman

Niklaas Andries • Rabu, 4 Juni 2025 | 12:00 WIB

 

PERTARUHAN: Branko Ivankovic akan beradu taktik dengan Patrick Kluivert di GBK
PERTARUHAN: Branko Ivankovic akan beradu taktik dengan Patrick Kluivert di GBK

Radarbanyuwangi.id – Timnas Tiongkok akan menjadi ujian skuad Garuda dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kedua tim akan saling bertemu dalam laga kesembilan Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta Kamis (5/6).

Laga ini menjadi laga hidup bagi Timnas Indonesia dalam ambisinya menjaga peluang lolos ke putaran Piala Dunia 2026 mendatang. Saat ini skuad asuan Patrick Kluivert berada di posisi 4 klasemen sementara.

Skuad Garuda mendulang 9 poin dari 8 laga. Untuk lolos, paling realistis Timnas Indonesia adalah menjaga finis di klasemen akhir untuk mendapat jatah lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.

Untuk itu menghidupkan peluang itu, timnas Indonesia wajib mendulang tiga poin saat bentrok dengan Tiongkok. "Tentu saya menghormati kedua negara, tetapi saya pikir kami punya peluang bagus untuk menang melawan China," ujar Patrick Kluivert.

Selain pertemuan yang menarik antara timnas Indonesia dan Tiongkok di atas lapangan. Menarik juga disimak head to head kedua pelatih yang membawa anak asuhnya bertanding di laga tersebut.

Di timnas Indonesia ada Patrick Kluivert sedangkan di Timnas Tiongkok ada Branko Ivankovic. Lalu pertanyaannya siapa dari keduanya yang memiliki sepak terjang paling moncer di sepak bola sejauh ini.

1. Branko Ivankovic

Branko Ivankovic memulai  karier kepelatihannya dengan menangani Varteks pada periode 1991 hingga 1995.

Dia kemudian sempat menangani beberapa klub lain seperti Bedworth United hingga HNK Rijeka. Dia pernah mencicipi karier di level internasional pada 1998 dengan menjadi asisten pelatih Timnas Kroasia di bawah kepemimpinan Miroslav Blazevic.

Mampir sebentar ke Hannover 96. Pria kelahiran 26 Februari 1954 itu mendapat job sebagai asisten pelatih Kroasia pada 2000 hinga 2001. Dia juga pernah bertugas di Timnas Iran.

Bahkan melatih beberapa klub seperti Dinamo Zagreb dan Al-Ahli. Melatih di timnas Tiongkok dilakukannya sejak Februari 2024 usai menyelesaikan tugas di Timnas Oman.

2. Kiprah Branko Ivankovic sebagai pelatih

Posisi Branko Ivankovic sempat dikabarkan dalam guncangan selama menangani timnas Tiongkok. Sinyal ancaman itu terjadi bila gagal membawa The Dragon melaju ke putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam melatih dia dikenal sebagai salah satu pribadi bertangan dingin.

Ivankovic pernah membawa Iran menggondol medali emas usai keluar sebagai juara Asian Games 2002. Di final Iran menag 2-1 atas Jepang.

Di level klub, Ivankovic cukup berprestasi saat menukangi Dinamo Zagreb. Dia memberikan trofi juara liga dan Piala Kroasia di (2006-2008). Di Liga Super China, dia sukses dia membawa Shandong Luneng Taishan juara pada musim 2010.

Prestasinya paling menonjol melatih  klub Iran Persepolis FCdari periode 2014-2015 hingga 2018-2019. Ivankovic pernah mempersembahkan tiga gelar Liga Iran beruntun pada musim 2016-2017; 2017-2018; 2018-2019.

Dia juga sukses  meraih 3 trofi Super Cup yakni musim 2017-2018: 2018-2019; dan 2019-2020. Pamungkas dia menggondol trofi  juara Iranian Cup pada 2018-2019.

3. Patrick Kluivert

Catatan prestasi Patrick Kluivert paling menonjol justru saat dia masih berstatus sebagai pemain. Kluivert mengawali karier profesionalnya bersama Ajax Amsterdan.

Dia menjadi bagian generasi emas klub Eredivisie Belanda tersebut di era 1990-an. Kluivert pernah menjadi  pencetak gol termuda dalam sejarah final Liga Champions. Di usia 18 tahun, Kluivert mencetak gol kemenangan melawan AC Milan pada ajang edisi 1995.

Dia kemudian bergabung dengan Barcelona pada 1998. Disinilah puncak karir emasnya berlangsung. Dia mencetak 124 gol dalam 249 pertandingan sepanjang enam musim kariernya.

Dia turut mengantarkan Barcelona memenangkan gelar La Liga 1998-1999. Kluivert juga pernah menjajal karier bersama AC Milan, Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, hingga Lille. 

Di timnas Belanda Kluivert bermain sejak 1994 sampai 2004. Dia bahkan sempat meraih predikat top skor sepanjang masa untuk tim oranye dengan 40 gol dalam 79 laga. Namun catatan itu akhirnya dipatahkan oleh mantan pemain Manchester United, Robin van Persie.

4. Kiprah Patrick Kluivert sebagai Pelatih

Dibandingkan Branko Ivankovic, catatan karir kepelatihan Patrick Kluivert belum mempersembahkan capaian trofi sejauh ini. Tercatat Kluivert pernah membantu Louis van Gaal membawa Belanda finis sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 2014 silam.

Di luar itu, Kluivert sempar berperan sebagai Direktur Akademi La Masia di Barcelona pada 2019. Kemudian menjadi pelatih striker di AZ Alkmaar dan NEC Nijmegen.

Hingga pada akhirnya ditunjuk sebagai manajer tim kelompok umur FC Twente dan  Ajax.

Sebagai pelatih kepala skuad senior, Kluivert hanya emegang jabatan di Timnas Curacao dan Adana Demirspor. Sebelum akhirnya dia mendapat tawaran untuk melatih timnas Indonesia sejak 8 Januari 2025.

Patrick Kluivert baru menjalani dua pertandingan bersama di Timnas Indonesia. Laga pertama ialah partai tandang melawan Australia yang berakhir dengan kekalahan 1-5 pada 20 Maret.

Kemudian partai kandang melawan Bahrain. Skuad Garuda menang 1-0 di laga yang dimainkan di SUGBK kala itu. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#tiongkok #branko ivankovic #china #ajax amsterdam #patrick kluivert #ac milan #timnas indonesia #persepolis #sugbk