RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 (F1) di Sirkuit Catalunya, Barcelona, menjadi akhir pekan yang harus segera dilupakan oleh tim Williams Racing.
Meski sudah memprediksi bahwa trek Spanyol tidak akan bersahabat dengan karakteristik mobil mereka, kenyataan di hari Minggu justru jauh lebih buruk dari perkiraan.
Tiga Sayap Patah, Satu DNF
Kedua pembalap Williams, Alex Albon dan Carlos Sainz, mengalami insiden di awal balapan yang menyebabkan kerusakan serius pada bagian depan mobil.
Albon kehilangan posisi saat start dan terkena kontak dengan mobil Kick Sauber, memaksanya masuk pit lebih awal untuk mengganti sayap depan.
Sainz pun mengalami kerusakan serupa dan harus menjalani pit stop panjang yang membuatnya terlempar jauh ke belakang.
Tak berhenti di situ, Albon kembali mengalami insiden saat bertarung dengan Liam Lawson dan menyebabkan kerusakan sayap kedua, sebelum akhirnya mobilnya ditarik dari lomba.
“Saya bahkan tidak ingat semuanya, balapan ini sangat kacau. Awal balapan buruk, lalu kerusakan di Tikungan 1, dan dua insiden dengan Lawson,” ujar Albon.
Penalti dan Masalah Teknis
Selain kerusakan fisik pada mobil, Albon juga terkena penalti 10 detik karena dianggap meninggalkan lintasan dan mendapatkan keuntungan saat duel dengan Lawson. Ia mengaku tak setuju dengan keputusan steward, merasa dirinya hanya menghindari tabrakan.
Sementara itu, Sainz mengeluhkan overheating mesin dan performa mobil yang tidak kompetitif, meskipun dalam beberapa lap dengan udara bersih, kecepatan mobilnya cukup layak.
“Ketika mobil dalam kondisi normal, kecepatannya oke, tapi tak ada yang berjalan sesuai harapan. Sayap patah, pit stop lambat, mesin panas,” kata Sainz.
Akhiri Rekor Poin Sainz di Tanah Air
Hasil finis ke-14 ini menjadi kali pertama Carlos Sainz gagal meraih poin di GP Spanyol sejak debutnya di F1 tahun 2015.
Hal ini sekaligus mengakhiri rekor pribadi serta rentetan hasil positif tim Williams dalam empat balapan terakhir.
Meski begitu, dengan tim Haas juga gagal mencetak poin di Barcelona, Williams masih bertahan di posisi kelima klasemen konstruktor, walau kini mulai dibayangi oleh Racing Bulls yang menunjukkan performa konsisten di lini tengah.
Grand Prix Spanyol 2025 menjadi mimpi buruk bagi Williams. Dari sayap depan patah tiga kali, Albon gagal finis, hingga Sainz gagal mencetak poin di hadapan publik lokal, semua komponen dari hari buruk hadir dengan lengkap.
Balapan berikutnya di Montreal, Kanada, akan menjadi peluang bagi tim untuk bangkit. Namun, dengan performa saat ini, pekerjaan rumah yang menanti cukup berat.
F1 adalah olahraga yang penuh dinamika, dan tim papan tengah seperti Williams harus siap menghadapi setiap tantangan, baik teknis maupun strategi. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi