RADARBANYUWANGI.ID - Laga melawan China pada 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno bukan hanya soal meraih tiga poin. Pertandingan ini bisa menjadi batu loncatan penting bagi Timnas Indonesia dalam memperbaiki peringkat di ranking FIFA. Jika Skuad Garuda berhasil menumbangkan tim berjuluk Dragon Team, lonjakan peringkat global bisa langsung dirasakan. Lalu berapa ranking timnas Indonesia jika menang? Simak ulasan ini.
Potensi Tambahan Poin Jika Indonesia Menang
Berdasarkan simulasi yang dirilis situs pemeringkat internasional football-ranking kemenangan atas China akan menghasilkan tambahan sekitar 15 poin FIFA.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat 123 dunia dengan estimasi 1.142,92 poin. Tambahan poin tersebut akan mendorong total perolehan menjadi sekitar 1.158 poin.
Angka ini cukup untuk membuat Indonesia naik sekitar 5 hingga 6 posisi, yang berarti Garuda akan melompat ke peringkat 117 dunia. Itu artinya, Indonesia bisa melampaui beberapa negara yang sebelumnya berada di atas, seperti Azerbaijan, Togo, dan bahkan Korea Utara. Namun dengan catatan mereka tidak mendapatkan hasil signifikan di periode FIFA yang sama.
Kenapa Lonjakan Ini Krusial?
Indonesia saat ini menjadi tim dengan progres tercepat di kawasan ASEAN dan Asia secara keseluruhan. Kemenangan atas China tak hanya memberikan tiga poin dalam konteks kualifikasi Piala Dunia, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing melawan tim-tim dengan sejarah dan ranking lebih tinggi.
Perlu dicatat, China kini menempati peringkat 94 dunia dengan total 1.250 poin. Mengalahkan tim dengan selisih poin yang cukup jauh seperti ini membuat Indonesia memperoleh margin poin tinggi. Berkat sistem ranking FIFA berbasis algoritma Elo, semakin kuat lawan yang dikalahkan, semakin besar poin yang didapat.
Cara kerja kalkulator FIFA
Ranking FIFA saat ini dihitung menggunakan algoritma Elo yang dikenal dengan nama sistem “SUM”, dan mulai digunakan sejak pertengahan 2018. Dalam sistem ini, poin suatu tim akan bertambah atau berkurang setiap kali selesai bertanding, tergantung hasil laga dan kekuatan lawan yang dihadapi.
Secara umum, rumus perhitungannya adalah:Poin Baru = Poin Lama + I × (W – We). Di mana W adalah hasil pertandingan (1 = menang, 0,5 = imbang, 0 = kalah). We adalah ekspektasi hasil (probabilitas menang berdasarkan selisih poin). I adalah bobot laga. Untuk laga kualifikasi Piala Dunia, bobotnya 25.
Artinya, jika Indonesia yang punya peringkat lebih rendah berhasil menang atas China yang jauh lebih tinggi peringkatnya, maka selisih antara hasil aktual (W) dan ekspektasi (We) akan besar. Ini yang membuat poin tambahan bisa signifikan. Sebaliknya, jika Indonesia kalah dari tim yang lebih lemah, poin mereka justru bisa turun drastis.
Indonesia Menuju Rekor Tertinggi?
Jika skenario ini menjadi kenyataan, maka posisi ke-117 dunia akan menjadi peringkat tertinggi Indonesia sejak tahun 2010. Saat itu, Indonesia sempat menembus posisi 109, tetapi sejak itu merosot hingga sempat berada di luar 170 besar dunia. Tren positif ini menunjukkan bahwa proyek naturalisasi, kombinasi pelatih asing, serta pembenahan PSSI perlahan membuahkan hasil.
Tentu, satu kemenangan belum cukup untuk masuk ke elite Asia. Tapi dari sisi psikologis dan persepsi internasional, masuk ke posisi 117 dunia akan menjadi bukti bahwa Indonesia bukan lagi sekadar tim penggembira di Asia Tenggara, melainkan penantang serius di level AFC.
Editor : Agung Sedana