Radarbanyuwangi.id – Paris Saint Germain (PSG) menjalani malam yang fenomenal saat final Liga Champions 2025 kontra Inter Milan di Allianz Arena Munich Jerman Minggu (1/5) dini hari. Les Parisiens sukses membungkam wakil Italia, Inter Milan dengan skor mencolok 5-0.
Achraf Hakimi yang pernah berkostum Nerazzuri membuka kemenangan PSG menit 12. Kemudian pemain muda potensial PSG Desire Doue membawa timnya menjauh menit 20 yang memastikan Les Parisiens memimpin 2-0 hingga babak pertama.
Meladeni permainan cepat alas pasukan Luis Ertque, Inter Milan tampak seperti kalah kelas malam itu. Nerazzuri dibuat kehabisan bensin dan kalah taktik sepanjang 45 menit laga berlangsung di babak pertama.
Di babak kedua, PSG tidak mengendurkan tekanan. Hasilnya, Doue mencatatkan brace menit 67 sekaligus menambah keunggulan PSG menjadi 3-0.
Namun tampaknya PSG belum puas dengan menyudahi skor dengan kedudukan tersebut. Khvicha Kvaratskhelia turut mewarnai kemenangan timnya dengan golnya menit 73. Skor pun berubah menjadi 4-0.
Dan, Senny Mayulu menutup pertandingan malam itu usai memanfaatkan rampuhnya barisan pertahanan Inter Milan dengan gol pamungkas PSG menit 87. Skor akhir 5-0 sekaligus memastikan PSG meraih trofi pertamanya di Liga Champions 2025
Analisis Pertandingan.
PSG mengukir sejarah namanya sebagai klub yang memenangkan Liga Champions. Prestasi yang menyamai capaian Marseille pada eve yang sama di edisi 1992-1993. Hebatnya lagi, PSG kali ini melakukannya dengan mayoiritas diihuni pemain muda.
Talenta muda yang memiliki bakat individu mampu menjadi kesatuang yang solid. Skuad muda asuhan Luis Enrique ini menyuguhkan permainan yang enak ditonton dibareng kerja keras membuat mereka pantas menjadi raja baru di Eropa.
Di sisi lain, Inter laga final Liga Champion 2025 ini boleh dibilang merupakan penampilan terbutuk yang diperlihatkan skuad asuhan Simone Inzaghi. Inter Milan tampak tak berdaya di laga final.
Menilik hasil final Liga Champions 2025 ini, ada baiknya bila Inzaghi mulai memikirkan untuk menerima tawaran Al-Hilal demi kekayaan. Dua kekalahan di final Liga Champions dalam tiga musim boleh jadi sangat menyakitkan.
Dan kalah di final dengan skor mencolok atas PSG boleh jadi merupakan sebuah aib yang besar bagi tim sekelas Inter Milan.
SOROTAN PSG VS. INTER
Gol Achraf Hakimi menit ke-12, PSG 1-0 Inter
Dominasi awal PSG berbuah gol. Vitinha yang mengirim umpan tajam melewati pertahanan Inter ke Doue yang kemudian mengoper ke Hakimi dan kemudian menjebol gawang Inter Milan.
Gol Desire Doue menit ke-20, PSG 2-0 Inter
Tiga penyerang gesit Enrique kembali beraksi! Nicolò Barella mencoba memenangkan tendangan sudut, tetapi Willian Pacho dengan luar biasa menyelamatkan bola. PSG kemudian melancarkan serangan balik melalui Kvaratskhelia.
Pemain Georgia itu memberi umpan ke Ousmane Dembélé yang memotong ke dalam dan mengirimkan umpan lambung ke Doue di sebelah kanan. Tendangan voli pemain muda Prancis itu membentur Dimarco meluncur ke gawang Yann Sommer.
Gol Desire Doue menit ke-63, PSG 3-0 Inter
Pesta Paris benar-benar dimulai! Dembélé mengoper bola ke Vitinha yang berlari dan pemain Portugal itu memberikan umpan sempurna ke Doue. Pemain muda itu menyelesaikannya dengan tenang ke sudut gawang, memastikan PSG unggul jauh.
Gol Khvicha Kvaratskhelia menit ke-73, PSG 4-0 Inter
Baca Juga: Ini Arti Mimpi Bertengkar Menurut Psikologi dan Spiritual
Satu umpan terobosan Dembélé membelah pertahanan Inter, dan Kvaratskhelia dengan dingin menuntaskannya di dekat tiang dekat Inzaghi, memicu euphoria PSG.
Gol Senny Mayulu menit ke-87, PSG 5-0 Inter
Dua pemain pengganti, Bradley Barcola dan Mayulu, berkolaborasi, dan yang terakhir mencetak gol kelima PSG di dekat tiang Sommer sebelum berlari dengan wajah penuh sukacita.
PEMAIN TERBAIK – DESIRE DOUE
Setelah laga PSG vs Inter Milan berlangsung. Ada ungkapan untuk menampilan penampilan apik pemain muda PSG, Desire Doue. Ungkapan itu adalah, Messi tidak pernah melakukannya. Cristiano Ronaldo tidak pernah melakukannya. Tapi Doue melakukannya!
Pemain 19 tahun itu menciptakan sejarah sebagai pemain pertama yang berkontribusi langsung pada tiga gol dalam satu final Liga Champions. Dia seolah menunjukkan potensinya yang sangat menakutkan.
STATISTIK PERTANDINGAN PSG VS. INTER
Penguasaan bola: PSG 59% - 41% Inter
Tendangan: PSG 23 - 8 Inter
Tendangan tepat sasaran: PSG 8 - 2 Inter
Tendangan sudut: PSG 4 - 6 Inter
Pelanggaran: PSG 13 - 7 Inter
APA SELANJUTNYA LUIS ENRIQUE
Baca Juga: Rumah BUMN Jadi Jembatan UMKM Lokal Promosikan Sambal Cita Rasa Khas Indonesia ke Mancanegara
PSG sukses meraih gelar Liga Champios perdananya musim ini. disana ada sosok Luis Enrique yang berkontribusi besar untuk membuat Les Parisiens dinobatkan sebagai penguasa baru Eropa. Tidak ada reward sepadan bagi Luis Enrique selain kontrak seumut hidup. (*)
Editor : Niklaas Andries