Dibalik pertemuan kedua tim ada cerita seputar ambisi kedua tim yang berusaha memperoleh keberuntungan.
Salah satunya ditunjukkan dengan pemilihan jersey yang akan digunakan di laga final nanti. Inter Milan misalnya, tim asuhan Simone Inzaghi itu memilih mengenakan jersey ketiga.
Jersey ketiga Nerazzuri identik dengan warna kuning-hitam. Ada cerita menarik dibalik pemilihan jersey ini.
Warna biru-hitam khas Inter tidak diizinkan untuk dipakai. Ini disebabkan jersey utama PSG yang memilki motif warna cenderung gelap.
UEFA menetapkan PSG sebagai tim tuan rumah untuk laga final di Allianz Arena, Munich. Sedangkan Inter otomatis menjadi tim “tamu”. Itu artinya bisa mengenakan kostum alternatif.
Kostum kedua Inter sejatinya putih. Pilihan itu kemudian dicoret lantaran seragam putih dianggap membawa kenangan buruk. Khususnya saat Inter pernah kalah dari Bayer Leverkusen saat mengenakannya.
Pemain Inter secara bulat memilih jersey ketiga mereka yang berwarna kuning-hitam. Pilihan ini pun cukup memiliki nilai keberuntungan.
Dimana saat mengenakan jersey ketiga ini, Inter selalu dinaungi rekor positif saat memakai kostum tersebut di kompetisi Eropa musim ini.
Jersey kuning itu pernah dua kali dipakai Inter di ajang Eropa. Hasilnya berakhir dengan kemenangan. Catatannya Inter mengalahkan Sparta Praha 1-0 dan Feyenoord 2-0 saat mengenakan kostum ketiga tersebut.
Jersey tersebut dipandang mampu membawa hoki dan menumbuhkan rasa percaya diri lebih besar jelang partai final.
Faktor psikologis inilah yang jadi penentu kuat pemilihan jersey ketiga untuk laga pamungkas di Munich. Selain itu ada juga elemen sejarah yang ikut jadi pertimbangan tim.
Inter pernah meraih gelar Piala UEFA tahun 1998 saat mengenakan jersey ketiga berwarna unik kala itu dengan mengalahkan Lazio 3-0.
Mmomen itu seperti ingin diulang kembali oleh Inter Milan di panggung paling prestisius di Eropa. Sekalligus ini akan menjadi kali pertama Inter Milan memakai kostum ketiga dalam final Liga Champions sepanjang sejarah klub.
Sebelumnya, Inter selalu tampil dengan jersey utama atau kedua di enam final sebelumnya.
Pihak klub juga memberikan sentuhan spesial pada jersey kuning yang akan dikenakan di final nanti. Desain jersey menampilkan motif simbol kota Milan dengan detail eksklusif yang mempertegas makna laga besar ini.
Di bagian dada jersey, tertulis khusus “FINAL MUNICH 2025 - Munich Football Arena 31 May - Paris Saint-Germain VS FC Internazionale Milano”.
Tulisan ini jadi penanda resmi jersey ini dibuat khusus untuk momen bersejarah tersebut.
Inter Milan memang dikenal punya sejarah kuat soal kostum unik di laga penting. Pada musim-musim sebelumnya, mereka juga kerap mencuri perhatian lewat desain dan warna kostum yang tak biasa.
Sementara PSG yang tampil sebagai lawan juga bukan sembarang tim. Dengan hadirnya bintang-bintang kelas dunia di dalam skuadnya. Tapi Inter tak ingin kalah mental lebih dulu.
Mereka kemudian menjadikan pemilihan kostum ini jadi salah satu cara membangun atmosfer positif. (*)
Editor : Niklaas Andries