Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mulai F1 GP Spanyol, Sayap Depan Harus Lebih Kaku, Ini Dampaknya ke Balapan

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 30 Mei 2025 | 17:55 WIB
Mulai GP Spanyol, F1 terapkan tes baru untuk sayap depan.
Mulai GP Spanyol, F1 terapkan tes baru untuk sayap depan.

RADARBANYUWANGI.ID - Mulai Grand Prix Spanyol 2025, regulator Formula 1, FIA, akan memberlakukan uji kekakuan (load test) yang lebih ketat pada sayap depan mobil F1.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran bahwa beberapa tim telah memanfaatkan fleksibilitas sayap untuk mendapatkan keuntungan aerodinamika secara tidak sah.

Mengapa Aturan Ini Diperketat?

Sepanjang musim 2024, beberapa tim dicurigai merancang sayap depan fleksibel untuk mengurangi hambatan udara di kecepatan tinggi atau mengubah keseimbangan aerodinamika mobil secara situasional. Dengan kata lain, mereka mencoba menciptakan efek mirip DRS mini melalui celah regulasi.

Menurut Nikolas Tombazis dari FIA, ketegangan dalam persaingan membuat tim semakin memperhatikan detail dari mobil lawan, dan akhirnya mendorong FIA untuk menindaklanjuti hal ini melalui peraturan teknis baru.

Bagaimana Cara FIA Melakukan Tes Baru Ini?

FIA akan melakukan uji statis terhadap komponen sayap untuk mengukur sejauh mana bagian tersebut melengkung saat diberi beban tertentu.

Berikut ringkasan revisi teknis terbaru yang berlaku mulai GP Spanyol.

Pasal 3.15.4 – Fleksibilitas Sayap Depan

Untuk beban di satu sisi saja, batas defleksi dikurangi dari 20 mm menjadi 15 mm.

Pasal 3.15.5 – Fleksibilitas Flap Sayap Depan

Tes ini akan dilakukan secara rutin oleh FIA, baik selama sesi parc ferme (setelah kualifikasi dan sebelum balapan) maupun pasca-balapan.

Tim diminta membawa komponen tertentu yang kemudian diuji secara terpisah atau sebagai bagian dari mobil lengkap.

Baca Juga: Deretan Kejadian Bersejarah di Dunia pada Tanggal 29 Mei

Pemantauan dengan Kamera dan Data Lanjutan

Sebagai bagian dari investigasi, FIA juga memasang kamera pada sayap depan mobil sepanjang akhir musim 2024.

Dari rekaman tersebut, disimpulkan bahwa tes awal masih terlalu longgar dan tidak mampu mencegah desain fleksibel yang melanggar semangat regulasi.

Hal ini menegaskan bahwa regulasi teknis harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kreativitas tim dalam mencari celah.

Apa Tujuan Utamanya?

FIA ingin menjaga kesetaraan teknis di lintasan dan memastikan bahwa semua tim bermain dalam aturan yang sama.

Selain itu, perubahan ini bertujuan untuk mencegah tim mengembangkan dua versi komponen, satu untuk tes, satu lagi untuk balapan, yang bisa merusak integritas kompetisi.

“Kami ingin tes dilakukan di kondisi mobil yang tidak bisa diubah, seperti parc ferme. Itu membuatnya adil dan transparan,” jelas Tombazis.

Apa Dampaknya ke Balapan?

Perubahan ini bisa berdampak besar, terutama bagi tim yang selama ini memanfaatkan desain fleksibel untuk keunggulan performa.

Mereka kini harus menyesuaikan desain sayap dengan batasan baru, yang kemungkinan besar memerlukan pengembangan ulang atau setidaknya penguatan struktural.

Ini juga bisa membuat beberapa tim kehilangan sedikit performa, terutama di sirkuit berkecepatan tinggi di mana efisiensi aerodinamika sangat penting. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#GP Spanyol 2025 #f1