Radarbanyuwangi.id – Final UEFA Champiosn League 2025 bakal menjadi penutup musim kompetisi antarklub 2024-2025 di bawah bendera UEFA. Ini ditandai bentrok dua kekuatan Ligue 1 dan Serie A di Final UCL 2025 di Munich Footbal Arena pada Minggu (1/6) dini hari.
Paris Saint Germain (PSG) akan mencoba peruntungan menggondol gelae Eropa dari jangkauan Inter Milan. Boleh jadi PSG selama satu dekade terakhir sangat menginginkan gelar UCL.
Bagi Inter Milan ini menjadi misi penebusan kegagalan di edisi 2023 silam. Gelar UCL ini bakal menjadikan Nerazzuri sebagai rajanya Eropa musim ini.
Pertemuan PSG dan Inter Milan Final UCL kali ini menghadirkan satu pemandangan menarik di lapangan hijau. Sangat menarik pertujukkan gaya permainan seperti apa yang akan diperlihatkan kedua tim di tanah Bavaria nanti.
Kedua klub menapak ke laga final dengan capaian berbeda. PSG yang diasuh Luis Enrique memainkan bola yang mengalir dan ekspansif. Sedangkan Nerazzuri mengandalkan penguasaan taktis yang elegan dan gigih dalam pertandingan.
Terbukti Bayern Munich dan Barcelona tak berkutik dengan gaya permainan yang disajikan oleh Simone Inzaghi ini. Disisi lain, PSG datang ke final dengan semangat berlipat ganda. Les Parisiens datang dengan ambisi meraih treble.
Sekaligus capaian ini akan menjadikan PSG sebagai klub Prancis pertama memenangkan treble winners.
Padahal Bulan November lalu PSG nyaris gagal menembus fase knockout UCL. Mereka masih berada di luar 24 besar di fase grup. Namun, transformasi yang dilakukan Luis Enrique di tahun 2025 sungguh luar biasa. PSG berubah menjadi tim paling impresif di Eropa sejak awal tahun.
Buktinya PSG kembali menjuarai Ligue 1. Setelahnya Les Parisiens merebut gelar Coupe de France usai mengalahkan Reims di final. Ini artinya mereka tinggal selangkah lagi menyempurnakan musim sempurna ini dengan gelar UCL.
Perjuangan anak asuh Luis Enrique pantas cukup fantastis. Mereka telah menang di Anfield dan Emirates sebelum menapak ke final. Sekaligus menunjukkan ketangguhan saat mengalahkan Aston Villa di perempat final.
Boleh jadi gelar UCL ini akan menjadi pemutus dahaga sepak bola Prancis di level klub. Prancis sudah lama tidak merasakan gelar Eropa sejak sukses di era 1993 silam.
Kabar baiknya, PSG bisa berharap tuah Munich Football Arena. Empat final yang digelar di Munich, selalu menghadirkan juara baru. PSG pun berharap bisa mengikuti jejak juara baru sebelumnya di Munich seperti Nottingham Forest, Marseille, Borussia Dortmund, dan Chelsea.
Terakhir PSG berjaya di Eropa terjadi pada final Piala Winner 1995/1996. Di UCL, PSG takluk di final dari Bayern Munchen pada final 2020. Nasib serupa seperti dialami Inter yang tampil pada final UCL 2023. Dimana Nerazzuri kalah dari Manchester City di Istanbul kala itu.
Inter Milan sendiri mengakhiri musim kompetisi domestik tanpa raihan gelar. Namun, raksasa Serie A Italia ini punya sejarah gemilang dengan tiga gelar Liga Champions.
Setelah gagal di Serie A dan Coppa Italia, tim Simone Inzaghi seolah ingin menebus kegagalan tersebut di Final UCL kali ini.
Sempat memiliki asa meraih treble setelah kemenangan agregat 7-6 atas Barcelona di semifinal. Penampilan Inter yang sempat menurun membuat mereka bahkan nyaris tersingkir oleh Bayern Munchen.
Di liga domestik mereka mengalami hasil minor saat bersua Bologna dan Roma di Serie A. Puncaknya kehilangan poin penting melawan Lazio yang Nerazzuri gagal menyegel scudetto Serie A. Selain itu mereka juga tersingkir dari Coppa Italia oleh AC Milan.
Meski begitu gagal di level domestik, Inter Milan kini masih lebih baik dibanding 2023 saat dikalahkan Manchester City.
Kekuatan Inter terletak pada kemampuan mereka mengontrol permainan. Catatannya mereka unggul di 11 dari 14 laga Liga Champions musim ini.
Inter hanya tertinggal selama tujuh menit. Inter masuk final setelah sebelumnya distatuskan sebagai tim underdog saat bersua Munchen dan Barcelona. Namun meremehkan Inter bisa berakibat fatal.
Statistik pertandingan PSG dan Inter Milan:
Paris Saint-Germain (Liga Champions):
Kalah-Menang-Menang-Kalah-Menang-Menang
Paris Saint-Germain (semua kompetisi):
Menang-Kalah-Menang-Menang-Menang-Menang
Inter Milan (Liga Champions):
Menang-Menang-Menang-Seri-Seri-Menang
Inter Milan (semua kompetisi):
Seri-Menang-Menang-Menang-Seri-Seri
Ulasan Tim:
Inter Milan dan PSG dipastikan melakoni final UCL kali ini dengan kondisi terbaik. Kedua tim dipastikan bisa memainkan seluruh kekuatan terbaiknya. kecuali Presnel Kimpembe yang sudah lama absen karena cedera.
Luis Enrique besar kemungkinan akan kembali memainkan skuad terbaik PSG saat bentrok dengan Arsenal. di semifinal. Ousmane Dembélé yang duduk manis di bench di leg kedua, kini bisa dimainkan sejak menit awal.
Pilihan lain di tangan Enrique antara Desire Doue atau Bradley Barcola, sementara Khvicha Kvaratskhelia dipastikan akan menjadi starter di laga tersebut.
Sementara itu dua pemain Inter yang sempat cedera, Benjamin Pavard dan Piotr Zielinski, sudah dalam kondisi fit. Kapten Martinez pun sudah pulih.
Inzaghi melakukan rotasi besar saat timnya melawan Como pekan lalu. Praktis hanya menyisakan Yann Sommer, Federico Dimarco, dan Hakan Çalhanoğlu menjadi starter saat laga terakhir pekan Serie A tersebut.
Prediksi Susunan Pemain PSG:
Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; João Neves, Vitinha, Fabián Ruiz; Doue, Dembélé, Kvaratskhelia
Prediksi Susunan Pemain Inter Milan:
Sommer; Bisseck, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Çalhanoğlu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Martinez
Prediksi Hasil Pertandingan:
Skor laga kedua tim bakal berlangsung ketata. Paris Saint-Germain 1-1 Inter Milan. PSG bakal menang lewat drama adu tendangan penalti. (*)
Editor : Niklaas Andries