Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Swivel Vision Kacamata Khusus yang Dipakai Kiper Timnas Indonesia Saat TC: Apa Keunggulan dan Fungsinya?

Niklaas Andries • Kamis, 29 Mei 2025 | 17:00 WIB
TEKNOLOGI: Latihan kiper timnas Indonesia menggunakan kacamata khusus untuk mendukung performa penampilan
TEKNOLOGI: Latihan kiper timnas Indonesia menggunakan kacamata khusus untuk mendukung performa penampilan

Radarbanyuwangi.id – Timnas Indonesia memulai pemusatan latihan jelang laga penting di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Grup C.

Di laga kandang pamungkas yang digelar Kamis (5/6), Skuad Garuda akan ditantang Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.

Selanjutnya pada 10 Juni, Timnas Indonesia akan melakoni laga away ke Negeri Sakura, menantang tuan rumah Jepang. Menghadapi dua laga tersebut anak asuhan Patrick Kluivert menggelar training center (TC) di Bali.

Sebanyak 23 pemain hadir dalam latihan perdana. Termasuk nama-nama yang berkiprah di Eropa seperti Thom Haye, Joey Pelupessy, dan kiper Emil Audero.

Emil Audero sendiri diprediksi akan mengisi posisi utama di bawah mistar. Kiper utama Maarten Paes harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Dan aca yang menjadi sorotan dalam sesi latihan timnas. Salah satunya saat momen kiper Timnas terlihat menggunakan kacamata khusus dalam latihan.

Ternyata alat itu bukanlah kacamata biasa. Alat itu  melainkan sebuah alat yang dirancang khusus untuk membantu kiper dalam latihan.

Namanya kacamata Swivel Vision. Alat ini bekerja dengan membatasi penglihatan periferal pemakainya. Tujuannya, pemain harus mengandalkan fokus visual yang lebih intens atau bahkan isyarat audio.

Intinya, gagasan utamanya adalah semakin besar tantangan dalam latihan maka semakin mudah tindakan tersebut untuk direproduksi saat hari pertandingan.

Metode ini ternyata sudah diterapkan oleh klub Premier League, Liverpool. musim panas 2024 lalu, Liverpool memperkenalkan kacamata pelatihan "Swivel Vision".

Alat ini sudah digunakan dalam rutinitas latihan kiper mereka untuk meningkatkan konsentrasi visual dan respons motorik.

Lewat kanal Youtube-nya, Liverpool memperlihatkan pelatih kiper, Fabian Otte meminta Marcelo Pitaluga mengenakan kacamata buatan Amerika tersebut.

Otte juga menginstruksikan para pemain untuk terus mencari sudut dan melakukan scanning selama latihan passing. Mereka juga menggunakan headphone peredam suara untuk memperkuat konsentrasi visual.

Mengapa metode ini dianggap lebih efektif? Ini disebabkan saat bekerja kacamata tersebut membatasi input sensorik. Para pemain didorong untuk meningkatkan reaksi dan koordinasi tangan-mata mereka.

"Sepanjang sesi latihan kami, saya melihat kacamata ini membantu kiper meningkatkan waktu reaksi dan teknik mereka," ujar Mostafa Dida, pelatih kiper dari klub ZED FC di Liga Premier Mesir.

Dida melanjutkan, "Dari pengalaman saya, penggunaan berulang dari kacamata ini memperkuat memori otot inti mata dan pikiran. Ini membuat refleks dan pengambilan keputusan para pemain jadi lebih tajam."

Alat ini tergolong sederhana dan terjangkau seharga kurang dari £30 atau sekitar $39. Bahkanalat tersebut  telah digunakan secara luas di berbagai olahraga di Amerika seperti baseball dan basket.

Metode inovatif seperti ini juga sudah umum diterapkan di Jerman, terutama di Bayern Munchen. Kiper seperti Manuel Neuer dan Yann Sommer sempat terlihat memakai kacamata ini dalam sesi latihan mereka.

"Klub-klub yang menggunakan alat inovatif seperti ini seringkali melihat para pemainnya mendapatkan keunggulan di situasi pertandingan yang penuh tekanan," jelas Dida lagi.

Menurutnya, sensasi mengenakan kacamata ini seperti mengenakan rompi beban saat berlari. Saat dilepas, pemain akan merasa lebih ringan dan refleks mereka jadi lebih tajam di lapangan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#training center #kualifikasi piala dunia 2026 #premier league #bali #swivel vision #emil audero #timnas indonesia #Liverpool #kacamata