Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Formula Inter Milan Bisa Raih Juara di Final UCL 2025 dari PSG: Kombinasi Konsistensi Permainan dan Serangan Jadi Andalan

Niklaas Andries • Selasa, 27 Mei 2025 | 21:45 WIB
MODAL POSITIF: Inter Milan bermodal pengalaman dan kestabilan permainan punya kans juara UCL 2025
MODAL POSITIF: Inter Milan bermodal pengalaman dan kestabilan permainan punya kans juara UCL 2025

Radarbanyuwangi.id – Final UEFA Champions League (UCL) 2025 akan mempertemukan Inter Milan dan Paris Saint Germain di Munich Football Arena pada Minggu (1/6) dini hari. Kedua tim memiliki kans yang sama untuk bisa menjadi penguasa di Benua Biru kali ini.

Lewat Allenatore Simone Inzaghi,  Inter Milan sebagai salah satu kandidat juara telah menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan elit Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Di UCL kali ini Nerazzuri menunjukkan kestabilannya dengan hanya kebobolan satu gol dalam delapan laga fase liga. Mereka juga mencatatkan nirbobol pada leg pertama babak 16 besar melawan Feyenoord. Hingga akhirnya lolos dengan agregat meyakinkan 4–1.

Skema 3-5-2 dengan Denzel Dumfries dan Federico Dimarco yang aktif menyisir sisi lapangan telah terbukti manjur. Dimana duet penyerang Marcus Thuram dan kapten Lautaro Martínez terus menjadi padu dan dapat menjadi andalan di setiap laga.

Inter Milan mampu menunjukkan efisiensi tinggi saat menyingkirkan Feyenoord dan tampil luar biasa saat mengalahkan Bayern 2-1 di leg pertama perempat final.

Meski suasana pertandingan dengan hasil imbang 2-2 di San Siro memastikan Inter Milan meraih tiket ke semifinal.

Saat bersua Barcelona, Inter menunjukkan permainan yang berbeda. Kemenangan dengan agregat 7–6 menjadi hasil yang mendebarkan. Dalam pertandingan tersebut, Nerazzuri tampak rapuh di lini belakang, tetapi memiliki serangan yang  mematikan.

Dan kemenangan agregat 7–6 Inter atas Barcelona di semifinal menyamai rekor gol terbanyak dalam satu fase gugur Liga Champions. Hasil ini  sejajar dengan Liverpool 7–6 Roma di semifinal 2017/2018 dan Bayern 12–1 Sporting CP 16 besar 2008/2009.

Hal inilah yang kemudian banyak menjagokan Inter Milan bisa menenangi Final UCL 2025 kali ini. Inter bermain dengan pola yang sama selama beberapa tahun di bawah Inzaghi.

Semuanya bisa berjalan meski ada pergantian pemain. Thuram berkembang pesat sejak bergabung dan menjadi tandem sempurna bagi Martínez di lini depan.

Inter yang mengusung pola 3-5-2 dengan tiga bek tangguh di depan penjaga gawang berpengalaman, Yann Sommer. Mereka hanya kebobolan dua gol dalam sepuluh laga awal kompetisi ini.

Dumfries dan Dimarco sangat aktif menyerang dari kedua sisi, Hakan Çalhanoğlu mengatur tempo dari peran gelandang jangkar, Nicolò Barella menjadi pemimpin lini tengah.

Dan Henrikh Mkhitaryan menambahkan pengalaman internasional. Martínez dan Thuram menjadi pasangan ideal di lini depan.

Simone Inzaghi dikenal sebagai pemenang dengan gelar scudetto Serie A dan tiga kali juara Coppa Italia saat masih bermain untuk Lazio. Inzaghi juga membawa trofi domestik sebagai pelatih.

Ia menggantikan Antonio Conte di Inter pada musim panas 2021 dan langsung meraih Piala Super Italia dan Coppa Italia di musim pertamanya.

Kemudian dia mempertahankan kedua trofi itu pada musim berikutnya. Dan kemudian mencapai final Liga Champions 2022/2023 serta memenangkan Serie A musim lalu.

Untuk pemain kunci, penyerang Argentina ini menjadi pencetak gol terbanyak Serie A musim 2023/2024 dengan 24 gol dalam 33 penampilan.

Ia dikenal dengan etos kerja tinggi, penempatan posisi yang cerdas, dan penyelesaian akhir yang tenang. Martínez terus menjadi pemimpin di lini depan sebagai kapten Nerazzurri.

Statistik Inter Milan di UCL 2025:

Baca Juga: Ragam Jenis Tanaman Obat! Warisan Alam untuk Kesehatan Keluarga

Fase Penyisihan: Menang 6 Seri 1 Kalah 1 Gol Memasukkan 11 Kebobolan 1

Babak 16 besar: vs Feyenoord, agregat 4–1 (2–0 tandang, 2–1 kandang)

Perempat final: vs Bayern, agregat 4–3 (2–1 tandang, 2–2 kandang)

Semifinal: vs Barcelona, agregat 7–6 (3–3 tandang, 4–3 kandang)

Peringkat koefisien UEFA: 5

Pencetak poin Fantasy Football tertinggi: Denzel Dumfries (80)

Prestasi terbaik di Piala Eropa: Juara (1963/1964, 1964/1965, 2009/2010)

Musim lalu: Babak 16 besar (2–2 vs Atlético de Madrid, kalah adu penalti 2–3). (*)

Editor : Niklaas Andries
#san siro #inter milan #psg #simone inzaghi #UCL #liga champions #uefa champions league