Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tim Wajib Waspada, GP Monaco Punya Aturan Ban Terbaru dari Pirelli

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 22 Mei 2025 | 08:15 WIB
Pirelli tetapkan aturan wajib dua pit stop dan ban super lunak untuk F1 Monaco 2025.
Pirelli tetapkan aturan wajib dua pit stop dan ban super lunak untuk F1 Monaco 2025.

RadarBanyuwangi.id - Grand Prix Monaco 2025 dipastikan akan menjadi salah satu balapan paling menarik musim ini, setelah Pirelli dan FIA mengonfirmasi perubahan regulasi yang signifikan terkait penggunaan ban.

Dalam rangka menambah elemen strategi dan ketegangan di lintasan yang terkenal sulit untuk menyalip ini, setiap pembalap kini diwajibkan melakukan dua kali pit stop selama balapan.

Ban Super Lunak Hadir di Monaco

Pirelli, pemasok ban resmi Formula 1, memilih kombinasi ban paling lunak dalam jajaran mereka untuk menghadapi tantangan unik sirkuit jalan raya Monte Carlo yang sempit dan teknikal. Ketiga pilihan tersebut adalah:

Setiap pembalap akan mendapatkan alokasi ban sebagai berikut:

Aturan Baru: Wajib Dua Kali Pit Stop

Pembaruan dalam Peraturan Olahraga Formula 1 kini mewajibkan setiap pembalap melakukan minimal dua pit stop, dan menggunakan setidaknya tiga jenis ban berbeda sepanjang balapan.

Jika balapan tidak melibatkan ban Intermediate atau Wet, maka pembalap wajib memakai minimal dua jenis ban slick dari alokasi resmi (Hard atau Medium).

Pirelli juga menambahkan satu set ekstra ban Full Wet agar aturan ini tetap dapat dijalankan meski balapan berlangsung dalam kondisi ekstrem.

“Perubahan ini bertujuan menambah dimensi strategis dalam balapan dan membuka peluang bagi pembalap yang start dari belakang untuk memanfaatkan udara bersih,” tulis Pirelli dalam rilis resminya.

Potensi Perubahan Strategi Besar

Salah satu efek utama dari aturan ini adalah hilangnya strategi satu pit stop yang selama ini umum di Monaco.

Dengan tingkat degradasi ban yang rendah di sirkuit ini, strategi konservatif sering dipilih, namun kini tim harus berpikir lebih kreatif.

“Kemungkinan besar ban Soft akan digunakan lebih agresif, terutama pada pit stop kedua atau jika terjadi Safety Car di akhir lomba,” tambah Pirelli.

Aturan ini bisa memberikan keuntungan bagi tim dan pembalap yang berani mengambil risiko dengan strategi alternatif.

Sementara itu, tim papan atas harus cermat dalam mengatur waktu pit stop agar tidak terjebak di belakang lalu lintas Monaco yang terkenal padat dan sempit. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pirelli #gp monaco