Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stella Syok, Verstappen Ternyata Terlalu Cepat Buat McLaren di F1 Imola

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 21 Mei 2025 | 06:15 WIB
McLaren akui terkejut dengan kecepatan Red Bull di F1 Imola.
McLaren akui terkejut dengan kecepatan Red Bull di F1 Imola.

RadarBanyuwangi.id - McLaren harus puas dengan posisi kedua dan ketiga di Grand Prix Emilia-Romagna 2025 setelah Max Verstappen dari Red Bull mencuri kemenangan lewat manuver brilian di tikungan pertama.

Meski tampil dominan di seri sebelumnya di Miami, McLaren kali ini gagal menandingi kecepatan Red Bull sepanjang balapan.

Verstappen Bikin Kejutan di Tikungan Pertama

Balapan di Sirkuit Imola dimulai dengan kejutan saat Max Verstappen menyusul Oscar Piastri di tikungan Tamburello.

Manuver agresif tersebut membuat juara dunia empat kali itu langsung memimpin lomba sejak lap pertama, dan tak terkejar hingga garis finis. Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren, mengaku terkejut dengan performa Red Bull.

“Kami cukup terkejut dengan kecepatan Red Bull hari ini. Balapan praktis ditentukan oleh aksi Verstappen di tikungan pertama,” ujarnya.

McLaren Gagal Mengejar, Red Bull Terlalu Cepat

Meski sempat mencoba beberapa strategi alternatif, termasuk berharap pada Safety Car di akhir lomba, Lando Norris dan Piastri tak pernah cukup dekat untuk memberikan tekanan serius kepada Verstappen.

“Kami mencoba membuka beberapa skenario untuk menyalip Max, tapi kenyataannya kami tak punya kecepatan balap yang cukup,” kata Stella.

Bahkan ketika Norris diberi kebebasan menyalip Piastri yang berada di depan dengan ban lama, Verstappen sudah terlalu jauh di depan.

Strategi Piastri Gagal, Ban Keras Tak Sesuai Harapan

McLaren sempat mempertimbangkan strategi dua pit stop untuk Piastri, tetapi rencana tersebut tak berjalan sesuai ekspektasi.

Ban keras yang digunakan setelah pit stop pertama ternyata tidak memberikan keunggulan performa dibanding ban medium bekas yang dipakai oleh Norris dan Verstappen.

“Ban keras ternyata kurang kompetitif. Namun itu adalah keputusan yang diambil untuk mencoba menang,” jelas Stella.

Stella menegaskan bahwa tak ada penyesalan karena strategi tersebut merupakan upaya sah untuk mengubah dinamika lomba dan menantang Verstappen.

Persaingan Gelar Semakin Ketat

Meskipun gagal menang, Piastri tetap mempertahankan posisi puncak klasemen pembalap. Namun, selisihnya dengan Norris kini menyempit dari 16 menjadi 13 poin. Verstappen juga semakin mendekat, hanya terpaut 22 poin dari pemuncak klasemen. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#mclaren #Andrea Stella #f1