RadarBanyuwangi.id - Pembalap muda asal Argentina, Franco Colapinto, mengakui bahwa dirinya masih jauh dari kata siap setelah menjalani balapan perdana yang penuh tantangan bersama Alpine pada F1 Grand Prix Emilia-Romagna 2025.
Finish di posisi ke-16, Colapinto menganggap akhir pekan di Imola sebagai pengalaman berharga dalam proses adaptasinya di Formula 1.
Kualifikasi Berakhir Buruk, Balapan Dimulai dari Belakang
Akhir pekan Colapinto dimulai dengan kurang mulus saat dirinya mengalami kecelakaan besar di sesi kualifikasi, yang memicu bendera merah.
Dampak dari insiden tersebut membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-16 dan tampil hati-hati di tikungan awal. Ia sempat kehilangan beberapa posisi, bahkan melintir ke gravel beberapa lap kemudian.
Strategi Terbantu, Tapi Tidak Berbuah Hasil
Colapinto menjalankan strategi one-stop yang cukup efisien. Ia berhasil memperpanjang umur ban medium (C5) dalam stint pertama.
Namun, ketidakberuntungan datang saat ia masuk pit beberapa lap sebelum Virtual Safety Car (VSC) akibat mundurnya Esteban Ocon. Hal ini membuat pembalap lain yang pit saat VSC mendapatkan keuntungan waktu signifikan.
"Saya masih belajar, dan pengalaman seperti ini sangat penting. Balapan di Monaco akan menjadi tantangan berikutnya," ujar Colapinto.
Pierre Gasly: Cepat di Kualifikasi, Kurang Beruntung di Balapan
Rekan setimnya, Pierre Gasly, justru tampil impresif di sesi kualifikasi dengan meraih posisi start ke-10.
Namun, kesalahan saat menyalip Charles Leclerc di tikungan awal membuatnya melintir ke gravel dan kehilangan banyak posisi.
“Saya terlalu memaksa. Saya pikir bisa tetap di lintasan, tapi ternyata tidak ada grip dan saya melebar,” ungkap Gasly.
Gasly mencoba mengejar melalui strategi dua pit stop, namun Safety Car di akhir balapan memberi keuntungan bagi rival yang menjalankan strategi satu pit stop. Alhasil, ia harus puas finis di posisi ke-13.
Menatap Monaco: Fokus pada Kualifikasi
Baik Colapinto maupun Gasly sepakat bahwa Grand Prix Monaco pekan depan akan sangat ditentukan oleh sesi kualifikasi.
Dengan potensi kecepatan satu putaran yang kuat, Alpine berharap bisa mencetak poin di sirkuit jalanan legendaris tersebut.
"Monaco adalah soal kualifikasi. Jika kami bisa ulangi performa seperti di Imola, kami punya peluang," pungkas Gasly. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi