RadarBanyuwangi.id - Sabtu malam, 17 Mei 2025, pukul 17.30 WIB, menjadi ajang penentuan antara Alter Ego (AE) dan RRQ Hoshi dalam laga ketiga pembuka hari kedua Week 8 MPL Indonesia Season 15.
Setelah masing‑masing tim meraih kemenangan di dua game pertama, game ketiga dimulai dengan tempo yang lebih tenang di early game, menuntut strategi dan kesabaran dalam perebutan objektif.
Pada menit kedua, jungler AE dengan cepat merebut Turtle pertama, memaksa RRQ Hoshi untuk menyesuaikan taktik.
Berusaha menipiskan ketertinggalan, RRQ berhasil menjatuhkan dua pemain AE dalam sebuah rotasi agresif, sekaligus meraih beberapa potongan gold penting.
Namun, jungler AE merespons dengan mantap pada menit keempat, ia menambah koleksi objektif dengan mengamankan Turtle kedua, sambil menumbangkan dua pemain RRQ dalam bentrokan lanjutan.
Keunggulan AE kian melebar pada menit ketujuh ketika Turtle ketiga berhasil direbut, disertai tambahan tiga eliminasi atas RRQ.
Buff besar ini mereka konversi menjadi kendali peta mutlak, yang kemudian dikuatkan oleh Lord pertama pada menit berikutnya.
Buff Lord diarahkan ke jalur mid dan bottom, memungkinkan AE meratakan beberapa turret inner RRQ.
Titik balik terjadi pada menit ke-11. RRQ Hoshi membalikkan tekanan melalui team fight terkoordinasi, berhasil menumbangkan empat pemain AE secara bersamaan.
Momentum kemenangan ini langsung dimanfaatkan untuk merebut Lord kedua tanpa kontestasi, berkat formasi zonasi rapih.
Buff Lord kedua kemudian digunakan untuk menjebol pertahanan bottom lane AE dan merobohkan beberapa turret kunci.
Drama puncak tercipta pada menit ke-17 di area Lord ketiga. Clash sengit ini menelan tiga pemain AE dan satu pemain RRQ, memberi keunggulan jumlah bagi “Raja dari Segala Raja” Dua menit berselang, RRQ kembali memenangkan team fight, menumbangkan empat sisa pemain AE dan membuka jalur bagi one straight push ke base tower lawan.
Dalam waktu singkat, turret terakhir Alter Ego hancur, menutup game ketiga dan memastikan kemenangan RRQ Hoshi.
Skor akhir 2–1 bagi RRQ Hoshi menegaskan kemampuan mereka beradaptasi di game penentuan serta efektivitas eksekusi objektif dan team fight. (*)
Editor : Ali Sodiqin