RadarBanyuwangi.id - Esteban Ocon akan memulai babak baru dalam kariernya bersama tim Haas F1 pada musim 2025.
Namun, yang membuat kisah ini semakin menarik adalah reuni sang pembalap asal Prancis dengan bos tim barunya, Ayao Komatsu, seseorang yang telah ia kenal sejak lebih dari satu dekade lalu.
Bagi Ocon, Komatsu bukan sekadar pemimpin tim, melainkan sosok kompetitif luar biasa yang pernah menjadi rekan satu timnya saat balapan karting endurance bertahun-tahun silam.
Kisah pertemuan dan kerja sama mereka di masa lalu kini menjadi fondasi kuat untuk kolaborasi yang akan datang di Formula 1.
Seperti yang diungkapkan Ocon dalam podcast Beyond The Grid, hubungan profesional mereka memiliki akar yang dalam dan saling menghargai sejak dini.
Dalam podcast Beyond The Grid, Esteban Ocon mengungkap bahwa pertemuannya dengan Ayao Komatsu pertama kali terjadi jauh sebelum dunia mengenalnya sebagai pembalap Formula 1.
Kala itu, mereka berdua tergabung dalam sebuah tim dalam ajang balap karting endurance 12 jam.
Komatsu yang juga turun sebagai pembalap, secara mengejutkan mendekati Ocon muda untuk bertanya strategi menikung, sebuah momen yang membekas kuat dalam ingatan Ocon.
"Dia satu-satunya yang datang dan bertanya padaku: ‘Esteban, bagaimana kamu mengambil tikungan ini?’ Itu tidak pernah saya lupakan," ucap Ocon.
Sejak saat itu, Ocon melihat Komatsu sebagai pribadi yang sangat kompetitif, bahkan menyebutnya sebagai sosok paling kompetitif yang pernah ia temui dalam dunia balap.
Kedekatan keduanya berlanjut dalam dunia Formula 1, ketika Komatsu menjadi insinyur teknis di Lotus dan hadir dalam uji coba F1 pertama Ocon pada tahun 2014.
Kini, keduanya akan kembali bekerja sama di bawah bendera Haas F1 pada musim 2025, dalam kontrak multi-tahun yang diumumkan musim panas lalu.
Di musim ini, meski awalnya mengalami akhir pekan yang sulit, Haas mampu membalikkan keadaan secara signifikan.
Puncaknya adalah finis dua pembalap di zona poin saat Grand Prix Tiongkok, termasuk Ocon dan rekan setimnya, Ollie Bearman.
Ocon tidak ragu memuji tim Haas, terutama kepemimpinan Ayao Komatsu, sebagai kunci dari peningkatan drastis performa tersebut.
"Respons terhadap masalah yang kami hadapi sangat cepat. Saya belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya," ujar Ocon.
Ia menyoroti bagaimana tim mampu menghadirkan pembaruan hanya dua balapan setelah masalah awal terdeteksi, sebuah pencapaian teknis yang ia sebut “luar biasa”.
Tak hanya sebagai manajer tim, Komatsu juga dinilai Ocon tetap memiliki kecermatan teknis dalam membaca arah pengembangan mobil.
Menurut Ocon, kualitas inilah yang dibutuhkan tim saat ini untuk terus berkembang dan bersaing secara kompetitif di grid Formula 1.
Kolaborasi antara Esteban Ocon dan Ayao Komatsu bukan hanya pertemuan antara pembalap dan bos tim, melainkan reuni dua pribadi yang telah teruji dalam lintasan balap sejak dini.
Melalui fondasi hubungan yang kuat, kepemimpinan Komatsu yang visioner, serta semangat kompetitif yang sama-sama mereka miliki, Haas F1 bisa jadi akan mengalami era kebangkitan baru di musim 2025 dan seterusnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi