RadarBanyuwangi.id - Balapan F1 GP Miami 2025 menjadi akhir pekan yang mengecewakan bagi tim Racing Bulls.
Liam Lawson terpaksa akhiri balapan lebih awal akibat insiden di lap pertama, sementara rekan setimnya Isack Hadjar gagal meraih poin meski finis di posisi ke-11.
Lawson sempat membuat awal balapan yang menjanjikan dengan start yang agresif. Namun, harapannya pupus setelah terjadi kontak dengan Jack Doohan di Tikungan 1.
Lawson terkena dampak benturan yang merusak bagian bawah mobilnya dan membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan hingga selesai.
“Saya merasa start saya bagus. Ada celah yang terbuka dan saya ambil. Tapi tiba-tiba saya merasakan benturan dari samping,” ungkap Lawson.
“Kerusakan di lantai mobil membuat kami harus mundur. Rasanya mengecewakan karena saya tahu itu akan jadi balapan yang berat sejak awal,” imbuhnya.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Lawson yang masih belum mencetak poin sepanjang musim 2025 dengan dua kali gagal finis (DNF) dalam enam seri pertama.
Sementara itu, Isack Hadjar tampil cukup kompetitif dan hanya terpaut beberapa detik dari zona poin.
Ia finis di urutan ke-11. Hanya 4,6 detik di belakang Yuki Tsunoda yang sebenarnya mendapat penalti 5 detik karena pelanggaran di pit lane.
Hadjar menyadari bahwa ada peluang untuk naik ke posisi 10 besar jika mampu menjaga jarak. Namun tekanan justru membuatnya kehilangan konsistensi.
“Saya terlalu menginginkannya. Di lap terakhir, saya memaksakan diri dan malah melakukan kesalahan. Sangat mengecewakan karena saya bisa melihat selisih waktu di setir saya,” ujarnya.
Kegagalan Racing Bulls di Miami menjadi alarm tersendiri, terutama karena Williams tampak menunjukkan peningkatan performa khususnya di lintasan-lintasan cepat seperti Miami. Hadjar mengakui keunggulan lawan-lawan mereka di lini tengah klasemen saat ini.
“Williams menjadi tim yang membuat langkah maju paling besar. Kami melakukan pekerjaan yang baik. Tapi akhir-akhir ini mereka benar-benar tampil luar biasa,” jelas Hadjar.
Meskipun hasil di Miami tidak memuaskan, Hadjar optimistis bahwa performa Racing Bulls dapat membaik saat kalender F1 kembali ke trek-trek Eropa. Ia menekankan pentingnya adaptasi lintasan dan kerja keras tim di balik layar.
“Kami berharap bisa kembali kompetitif di Eropa. Semua tergantung pada jenis sirkuit dan kami harus terus bekerja keras,” pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi