RadarBanyuwangi.id - Tim F1 Alpine resmi mengumumkan bahwa Franco Colapinto akan menggantikan Jack Doohan sebagai pembalap utama untuk lima seri balapan berikutnya, dimulai dari GP Emilia-Romagna 2025.
Keputusan ini menjadi bagian dari strategi tim untuk melakukan rotasi pembalap, yang bertujuan mengevaluasi performa sebelum menentukan line-up tetap menjelang musim 2026.
Dalam pernyataan resmi, Alpine menjelaskan bahwa pergantian ini dilakukan sebagai bagian dari penilaian menyeluruh terhadap komposisi pembalap mereka.
Colapinto, yang sebelumnya menjabat sebagai pembalap cadangan dan tampil impresif bersama Williams di paruh kedua musim 2024, akan berpasangan dengan Pierre Gasly hingga Grand Prix Inggris pada Juli mendatang.
Rotasi ini terjadi di tengah pergolakan internal tim, menyusul pengunduran diri Oliver Oakes dari posisi Team Principal.
Sebagai gantinya, peran operasional akan diambil alih oleh Flavio Briatore, yang kini menjabat sebagai Penasihat Eksekutif tim.
Meskipun sempat digadang sebagai bintang masa depan dan sempat tampil di seri penutup 2024, performa Doohan selama tujuh balapan awal musim ini belum memenuhi ekspektasi.
Ia mengalami beberapa insiden, termasuk tabrakan di lap pertama Grand Prix Miami dan kecelakaan latihan di Suzuka akibat kesalahan teknis dalam penggunaan DRS.
Doohan tetap akan menjadi pembalap cadangan utama untuk sisa periode lima balapan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya akan terus mendukung tim dan fokus pada target jangka panjang.
Colapinto, yang tampil gemilang saat menggantikan Logan Sargeant di Williams, termasuk mencetak poin di Azerbaijan dan Austin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan ini.
“Saya siap menghadapi tantangan ini. Lima balapan ke depan akan menjadi momentum penting, dan saya akan memberikan performa terbaik bersama tim,” ujar pembalap asal Argentina tersebut.
Meski sempat mengalami kecelakaan di Brasil dan Las Vegas tahun lalu, potensi Colapinto tetap mendapat sorotan positif dari tim.
Menurut Briatore, keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan setara bagi semua pembalap dalam menghadapi musim transisi menuju regulasi baru tahun 2026.
Rotasi dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya jangka panjang tim dengan performa mobil Alpine yang terus membaik.
“Persaingan musim ini sangat ketat. Kami membutuhkan pemahaman yang menyeluruh tentang potensi pembalap kami,” jelasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi