RadarBanyuwangi.id - Setelah berakhirnya GP Miami 2025, dunia F1 kembali diguncang oleh kabar mengejutkan dari kubu tim BWT Alpine F1.
Oliver Oakes, Team Principal yang bergabung sejak Juli 2024 secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya dengan efek langsung.
Oakes, yang sebelumnya dikenal sebagai pembalap dan pemilik tim Hitech GP memainkan peran penting dalam kebangkitan Alpine pada akhir musim 2024.
Di bawah kepemimpinannya, tim berhasil mengakhiri musim di posisi keenam klasemen konstruktor. Sebuah pencapaian yang cukup impresif mengingat kondisi tim sebelumnya.
Namun, performa Alpine pada musim 2025 belum sesuai harapan. Hingga GP Miami usai, tim hanya mengumpulkan tujuh poin dan berada di posisi kesembilan klasemen konstruktor. Hanya unggul satu poin dari Kick Sauber.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (7/5), Alpine menyatakan bahwa mereka menerima pengunduran diri Oakes dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut terkait hal ini.
“BWT Alpine Formula One Team mengumumkan bahwa Oliver Oakes telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Team Principal, efektif mulai hari ini,” tulis pernyataan tersebut.
“Flavio Briatore akan melanjutkan perannya sebagai Executive Advisor dan sekaligus mengambil alih tanggung jawab yang sebelumnya dijalankan oleh Oliver Oakes.”
Langkah ini menandai kembalinya Briatore dalam peran strategis yang lebih aktif di tim. Briatore sendiri merupakan figur ikonik di dunia F1 yang pernah sukses membawa tim Benetton dan Renault ke puncak kejayaan.
Oliver Oakes menjadi nama ketiga yang meninggalkan posisi Team Principal Alpine dalam dua tahun terakhir. Setelah Otmar Szafnauer dan Bruno Famin.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas manajerial di dalam tim. Serta arah strategi jangka panjang yang akan diambil Alpine ke depan.
Tambahan tekanan juga datang dari sisi pembalap. Jack Doohan yang belum mencetak poin musim ini dan menghadapi kritik setelah mengalami insiden di lap pertama GP Miami.
Kombinasi dari ketidakpastian manajemen dan performa di lintasan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang berbasis di Inggris ini. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi