RadarBanyuwangi.id – Laga penutup MPL Indonesia Season 15 Week 6 yang digelar Sabtu (3/5), menghadirkan bentrokan panas antara RRQ Hoshi dan Bigetron Alpha (BTR).
Sebagai penutup rangkaian pertandingan malam itu, kedua tim yang sama-sama mendulang prestasi di musim ini bertanding dengan intensitas tinggi, memastikan tontonan e-sports yang menegangkan bagi para penggemar.
Sejak menit-menit awal, BTR langsung menampilkan permainan terstruktur dan agresif. Mereka mendominasi fase laning berkat rotasi cepat dan koordinasi tim yang matang. Fokus utama BTR pada penguasaan objektif kecil termasuk Turtle membuahkan hasil maksimal.
Pada menit ke-7, BTR sukses mengamankan perfect Turtle, di mana mereka menuntaskan Turtle tanpa memberikan kesempatan bagi RRQ untuk mencuri atau mengganggu eksekusi objektif tersebut.
Keunggulan gold dan momentum yang diperoleh dari klaim Turtle tersebut membuat BTR kian percaya diri memasuki mid game.
Mereka memanfaatkan keunggulan item dan level hero untuk menerapkan tekanan berkelanjutan di ketiga jalur.
RRQ yang semula mencoba menahan serangan malah tertinggal dalam hal kontrol peta dan visi map.
Puncak dominasi BTR terlihat saat mereka menempatkan Lord kedua tepat di depan base RRQ. Serangan terkoordinasi berlangsung cepat.
Lord yang dihadirkan BTR menyerbu turret inibitor dua kali secara bergantian. Pada menit 15:41, turret terakhir RRQ jatuh ke tangan BTR, menandai kehancuran pertahanan utama tim berjuluk “Raja Segala Raja”.
Penguasaan objektif besar dan serbuan di base lawan merefleksikan superioritas BTR di game pembuka, sehingga mereka memimpin dengan skor 1–0.
Kemenangan game pertama ini memberikan tekanan signifikan kepada RRQ Hoshi, yang harus mengevaluasi ulang strategi rotasi dan prioritas objektif mereka sebelum melanjutkan ke game kedua.
Sementara itu, BTR Alpha berpeluang menambah keunggulan dan mendekatkan diri pada poin penuh.
Pertandingan selanjutnya diperkirakan akan berlangsung sengit, dengan RRQ berupaya bangkit dan memaksakan game ketiga, serta BTR bertekad menuntaskan dominasi mereka. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi