RadarBanyuwangi.id - CEO Racing Bulls, Peter Bayer, menyatakan keyakinannya bahwa pembalap muda Liam Lawson akan segera menemukan kembali performa terbaiknya di tengah musim yang penuh gejolak.
Pernyataan ini muncul setelah Lawson mengalami demosi mengejutkan dari tim utama Red Bull Racing hanya setelah dua balapan, dan dikembalikan ke Racing Bulls menjelang Grand Prix Jepang 2025.
Lawson sempat menjadi perhatian dunia ketika dipromosikan untuk menggantikan Sergio Perez selama musim dingin, namun tempatnya digantikan oleh Yuki Tsunoda setelah dua pekan balapan awal.
Kembali ke tim yang membesarkannya, Lawson harus menghadapi tekanan besar untuk membuktikan diri di tengah performa awal yang belum memuaskan.
Selama tiga balapan beruntun di Jepang, Bahrain, dan Arab Saudi, Lawson belum mampu mencetak poin.
Hasil finisnya berada di luar sepuluh besar, berturut-turut P17, P16, dan P12, sementara rekan setimnya yang masih rookie, Isack Hadjar, telah mengantongi lima poin.
“Ketika dia kembali ke Faenza untuk seat fit, dia terlihat sedih dan bingung, karena semua terjadi begitu cepat. Namun kami ingatkan bahwa dia tetap pembalap Formula 1 dengan tim yang sudah sangat ia kenal,” ujar Bayer.
Bayer menegaskan bahwa meskipun masa transisinya emosional, Lawson kini mulai kembali nyaman dan menunjukkan progres signifikan bersama Racing Bulls.
Dalam sesi kualifikasi di Bahrain, sektor pertama dan ketiga Lawson tercatat seimbang dengan Hadjar, sebelum terganggu oleh masalah pada sistem DRS di sektor kedua.
“Saya baru saja sarapan bersamanya pagi ini, dan suasananya sangat baik. Ia mulai menunjukkan kecepatannya lagi, dan kami yakin ia akan kembali kompetitif,” tambah Bayer. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi