RadarBanyuwangi.id - Perhelatan Formula 1 di Grand Prix Arab Saudi meninggalkan kesan pahit bagi tim Mercedes.
Meski mengawali balapan dari posisi yang menjanjikan, baik George Russell maupun Kimi Antonelli harus menerima hasil yang kurang menggembirakan.
Russell, yang start dari posisi ketiga, hanya mampu finis kelima, sementara Antonelli yang mengawali dari posisi kelima turun ke posisi keenam.
Yang menjadi sorotan utama adalah performa Russell yang kesulitan mempertahankan posisinya. Ia disalip oleh Lando Norris dari McLaren, yang sebelumnya memiliki sesi kualifikasi buruk, dan Charles Leclerc dari Ferrari.
Leclerc bahkan melesat jauh, meninggalkan Russell berjuang sendirian di tengah ketidakpastian performa mobil.
Masalah utama yang dihadapi Russell adalah degradasi ban. Pada satu titik, ia bahkan sempat mempertanyakan lewat radio apakah ban kerasnya bisa bertahan hingga akhir lomba, mengingat kondisi ban depan kiri yang menunjukkan garis-garis blistering secara jelas.
Meskipun akhirnya berhasil menyelesaikan lomba dengan strategi satu pit stop, waktunya terpaut cukup jauh dari sang juara balapan, Oscar Piastri.
Toto Wolff, Team Principal Mercedes, tidak menahan kritiknya pasca lomba. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa ini adalah penampilan terburuk Mercedes sepanjang musim sejauh ini.
“Pace kami hilang begitu saja karena ban yang mengalami blister dan overheat. Sampai saat ini, kami belum menemukan penjelasan yang jelas,” ujar Wolff dengan nada kecewa.
Ia juga menyoroti selisih kecepatan antara Mercedes dengan Ferrari dan Red Bull. “Kami berharap menjadi tim tercepat kedua, dan kenyataan balapan ini sungguh menambah rasa frustrasi,” tambahnya.
Namun, tidak semua hal bernada negatif. Wolff memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan rookie mereka, Kimi Antonelli.
Meskipun hasil di Arab Saudi belum maksimal, Antonelli telah mencetak poin di empat dari lima balapan utama serta di sprint race musim ini.
“Saya sangat senang melihat arah perkembangan yang ditunjukkan Antonelli. Ia belajar dengan konsisten setiap akhir pekan,” puji Wolff.
“Dia sangat cepat menjelang akhir pekan, menandakan bahwa dia mulai memahami mobil dan cara mengelola ban,” pungkasnya.
Antonelli diprediksi akan menunjukkan performa lebih solid ketika Formula 1 kembali ke sirkuit-sirkuit Eropa yang lebih dikenal baginya.
Wolff menutup dengan keyakinan bahwa performa Antonelli ke depan akan semakin menjanjikan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi