RadarBanyuwangi.id - George Russell harus puas mengisi posisi ketiga pada grid start Grand Prix Arab Saudi 2025 setelah hanya terpaut 0,113 detik dari pemilik pole position, Max Verstappen.
Pembalap Mercedes ini mengaku kecewa dengan hasil tersebut, mengingat ia merasa punya potensi lebih besar yang belum terealisasi.
Insiden pada sesi Q3 menjadi titik krusial bagi Russell. Saat tengah menyelesaikan lap pertamanya, sesi harus dihentikan akibat kecelakaan Lando Norris di Tikungan 5.
Dengan hanya delapan setengah menit tersisa saat sesi kembali dimulai, waktu sangat terbatas untuk melakukan dua percobaan lap cepat.
Mercedes memilih strategi satu lap, berbeda dengan Verstappen yang berhasil melakukan dua putaran. Keputusan ini membuat Russell merasa ia bermain terlalu aman.
“Saya senang bisa start P3, tapi saya rasa bisa lebih baik. Karena itu satu-satunya lap saya, dan tanpa banker lap sebelumnya, saya bermain aman, ban terlalu panas, dan saya terlalu konservatif di Tikungan 1,” ungkap Russell.
Russell mencatat sektor pertama dan kedua yang kuat, tetapi mengakui kehilangan waktu berharga di sektor terakhir.
“Sektor satu dan dua sangat bagus, tapi saya kehilangan sekitar satu setengah persepuluh di sektor tiga. Itu yang paling membuat saya menyesal. Tapi ini balapan yang panjang dan apa pun bisa terjadi,” katanya.
Peluang Balapan: Strategi dan Safety Car Bisa Jadi Kunci
Russell, yang telah tiga kali naik podium dari empat balapan terakhir musim ini, menatap balapan hari Minggu (20/4) dengan hati-hati namun optimistis.
Ia menyebut bahwa hasil akhir sangat mungkin bergantung pada situasi di Tikungan 1 serta strategi pit stop yang tepat.
“Kalau kami tetap di posisi seperti saat start, saya rasa kami bisa masuk pertarungan. Kami mungkin akan coba strategi berbeda, undercut atau overcut,” ujarnya.
Russell juga menyoroti potensi Lando Norris yang start dari posisi ke-10 namun kemungkinan besar menggunakan ban keras, strategi yang bisa membawanya memimpin pada titik tertentu.
“Kalau Lando berada di depan dengan strategi ban keras, lalu ada Safety Car di waktu yang pas, itu bisa jadi pembalik keadaan. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi,” pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi