RadarBanyuwangi.id - Harapan Charles Leclerc untuk bersaing di barisan depan kembali pupus setelah hanya mampu menempati posisi keempat dalam sesi kualifikasi Grand Prix Arab Saudi 2025.
Sementara itu, Lewis Hamilton dari Mercedes mengakui masih berjuang menyesuaikan diri dengan mobilnya meskipun berhasil menembus Q3 dan finis P7.
Sesi Q3 berlangsung dramatis dengan pertarungan ketat antara Max Verstappen, Oscar Piastri, dan George Russell.
Leclerc terpaut lebih dari tiga persepuluh detik dari catatan waktu pole position milik Verstappen, dan merasa bahwa masalah utama terletak pada kurangnya grip dari mobil Ferrari SF-25 miliknya.
“Kami kekurangan grip dibandingkan tim lain. Itu yang paling terasa. Kami sudah coba berbagai pendekatan akhir pekan ini, tapi tetap tidak bisa mengeluarkan potensi lebih dari mobil,” jelas Leclerc.
Leclerc menegaskan bahwa dirinya sudah berada di batas kemampuan mobil dan merasa puas dengan performanya secara pribadi. Namun, posisi keempat tetap mengecewakannya.
“Perasaannya campur aduk. Saya puas dengan upaya saya, tapi kecewa dengan hasilnya. Saya tidak senang hanya bertarung untuk posisi keempat,” ujar pembalap asal Monako tersebut.
Terkait potensi performa mobil dalam balapan, Leclerc tidak begitu optimis, meskipun mengisyaratkan bahwa start yang baik bisa menjadi kunci untuk mengamankan posisi.
Hamilton: Masih Banyak yang Harus Diperbaiki
Sementara itu, Lewis Hamilton mengaku sedikit lebih optimistis setelah berhasil masuk ke Q3 dan finis di posisi ketujuh. Namun, ia mengakui masih belum sepenuhnya merasa nyaman dengan karakter mobil Mercedes.
“Saya lebih bahagia dibanding kemarin, tapi belum puas. Mobil ini belum terasa klik dengan saya. Setiap kali saya keluar, mobil bereaksi dengan cara berbeda,” jelas Hamilton.
Juara dunia tujuh kali itu juga menyebut bahwa ia terus bekerja keras di balik layar untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan mobil 2025 ini.
“Saya mungkin terlalu terbiasa dengan gaya lama, tapi saya mencoba mengubah dan belajar. Ini kerja keras, dan saya tidak bisa bekerja lebih keras lagi dari yang saya lakukan sekarang,” tambahnya.
Hamilton melihat potensi untuk bangkit di balapan hari Minggu karena karakter sirkuit Jeddah yang memungkinkan kesempatan menyalip lebih banyak, meskipun Mercedes belum sepenuhnya konsisten sepanjang akhir pekan.
“Kami belum sempat simulasi long run di latihan bebas, tapi saya optimis bisa bertarung. Trek ini punya banyak peluang overtaking,” pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi