RadarBanyuwangi.id - Kimi Antonelli, pembalap muda berbakat yang kini meniti karier di Formula 1 bersama Mercedes, ternyata bukan satu-satunya Kimi yang mencuri perhatian di dunia balap jet darat.
Ia sempat bertemu langsung dengan Kimi Raikkonen, sang legenda F1 asal Finlandia, yang dikenal luas dengan julukan "The Iceman".
Perjalanan Karier Kimi Raikkonen: Dari Debutan hingga Legenda
Kimi Räikkönen memulai debutnya di Formula 1 pada tahun 2001 bersama tim Sauber, sebelum pindah ke McLaren dan akhirnya bergabung dengan Ferrari pada tahun 2007, tahun yang sama saat ia meraih gelar Juara Dunia F1 satu-satunya dalam kariernya.
Selama lebih dari dua dekade berkompetisi, Raikkonen mencatatkan 21 kemenangan, 18 pole position, dan 103 podium, menjadikannya salah satu sosok ikonik dalam sejarah olahraga ini.
Dikenal karena kepribadiannya yang tenang dan ekspresinya yang minim, Raikkonen memperoleh julukan "The Iceman" berkat ketenangannya baik di dalam maupun di luar lintasan.
Momen Pertemuan: Kimi Muda Bertemu Sang "Iceman"
Antonelli mengenang pertemuan pertamanya dengan idolanya tersebut pada tahun 2018, saat Raikkonen berlaga di Grand Prix Monza.
“Saya masih kecil waktu itu dan sangat antusias bertemu dengannya. Tapi reaksinya benar-benar datar. Baru saat itu saya paham kenapa dia dijuluki The Iceman. Tapi menurut saya, dia orang yang sangat keren,” ujar Antonelli.
Walaupun pertemuan itu singkat, Antonelli menyatakan keinginannya untuk bisa berbicara lebih banyak dengan Räikkönen di masa depan.
Ia berharap bisa mendapatkan wawasan dan saran langsung dari pembalap yang telah menorehkan sejarah panjang di F1.
Jejak Karier yang Mirip, Usia Debut Jadi Pembeda
Kebetulan menarik terjadi saat Antonelli diumumkan akan membalap untuk Mercedes di musim 2025, bertepatan dengan kehadiran Raikkonen di paddock Grand Prix Italia 2024.
Banyak pihak yang melihat adanya kemiripan antara dua sosok Kimi ini, terutama dalam hal debut di usia muda setelah karier junior yang menjanjikan.
Meski demikian, secara usia, Antonelli mengungguli idolanya. Ia memulai debut di F1 saat berusia 18 tahun, 6 bulan, dan 19 hari pada Grand Prix Australia 2025, menjadikannya pembalap ketiga termuda dalam sejarah. Sebagai perbandingan, Raikkonen memulai karier F1-nya di usia 21 tahun, 4 bulan, dan 15 hari. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi