RadarBanyuwangi.id - George Russell menuai pujian besar dari Team Principal Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, Toto Wolff, setelah berhasil meraih posisi kedua di Grand Prix Bahrain 2025.
Meskipun menghadapi sejumlah kendala teknis selama balapan, Russell menunjukkan ketangguhan dan keterampilan mengemudi yang luar biasa.
Start dari posisi ketiga di grid, pembalap asal Inggris ini segera mengambil alih posisi kedua dari Charles Leclerc pada tikungan pertama.
Sepanjang balapan, ia terus menempel ketat Oscar Piastri yang memimpin, sambil mempertahankan jarak dari ancaman Lando Norris di belakangnya.
Tantangan Teknis: Dari Rem hingga DRS
Prestasi Russell semakin mengesankan mengingat berbagai gangguan teknis yang ia hadapi, di antaranya:
- Kegagalan sistem rem brake-by-wire (BBW)
- Gangguan sistem GPS
- Masalah pada sistem Drag Reduction System (DRS)
- Risiko kehilangan tampilan informasi dashboard sepenuhnya
Menurut Toto Wolff, kegagalan sistem rem terjadi secara tiba-tiba, dan butuh waktu untuk menemukan pengaturan yang tepat agar sistem dapat berfungsi kembali.
Di tengah tekanan dari Norris, Russell mampu mengelola sistem kendali kendaraan sambil tetap fokus pada performa lintasan.
“Pengelolaan sistem dalam kondisi seperti itu tidak mudah. Ia bisa mempertahankan kecepatan dan ketenangan meskipun dashboard tidak menampilkan informasi penting seperti lampu indikator perpindahan gigi,” ujar Wolff.
Pilihan Strategis: Ban Soft di Akhir Balapan
Salah satu keputusan penting dalam strategi Mercedes adalah menggunakan ban soft pada tahap akhir balapan. Meski lebih cepat aus, Russell mampu menjaga performa ban tersebut hingga garis finis. Wolff menilai kemampuan Russell dalam menyesuaikan gaya mengemudi sesuai kondisi menjadi kunci keberhasilannya.
“Ia tahu kapan harus menyerang dan kapan harus mengelola. Menangani sistem BBW yang kadang berfungsi, kadang tidak, ibarat mengemudi mobil tanpa bantuan power steering, dan itu dilakukannya dengan sangat baik,” tambah Wolff.
Lebih Baik dari yang Diprediksi
Wolff juga mengakui bahwa hasil di Bahrain melebihi ekspektasi tim. Sirkuit Bahrain dikenal memiliki permukaan yang abrasif dan menantang, yang sebelumnya diperkirakan akan menyulitkan Mercedes. Namun, hasil akhir menunjukkan potensi yang menjanjikan.
“Awalnya kami memperkirakan Bahrain akan menjadi salah satu sirkuit tersulit. Tapi kami berhasil kualifikasi di posisi dua dan empat, dan finis dengan podium. Itu jelas pencapaian yang lebih baik dari dugaan kami,” jelas Wolff.
Persaingan Ketat dengan McLaren
Dalam balapan ini, Russell berhasil memisahkan dua pembalap McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, dengan performa konsisten meski kondisi mobil tidak optimal.
Wolff pun optimistis bahwa Mercedes masih bisa bersaing ketat, meskipun McLaren dan tim-tim papan atas lainnya terus berkembang.
“Jika melihat bagaimana McLaren berkembang dari tahun lalu, jelas mereka bisa bangkit dengan cepat. Kami pun harus terus berusaha maksimal di setiap balapan,” pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi