RadarBanyuwangi.id - Tim Red Bull berhasil mengamankan poin ganda untuk pertama kalinya musim ini dalam Grand Prix Bahrain 2025, dengan Max Verstappen finis di posisi keenam dan Yuki Tsunoda di posisi kesembilan.
Meskipun hasil ini patut diapresiasi, performa keseluruhan tim tidak mencerminkan dominasi yang biasa mereka tunjukkan.
Prinsipal tim Red Bull, Christian Horner, secara khusus memberikan pujian kepada Yuki Tsunoda atas penampilan konsistennya sepanjang akhir pekan. Start dari posisi ke-10, Tsunoda mampu menjaga ritme balapan dan finis di zona poin.
“Saya rasa Yuki tampil sangat solid akhir pekan ini. Ia berhasil lolos ke 10 besar saat kualifikasi dan mengamankan poin di balapan. Secara keseluruhan, penampilannya cukup baik. Ia hanya tertinggal sekitar 12 hingga 14 detik dari rekan setimnya. Itu cukup impresif,” ungkap Horner.
Tsunoda berhasil menghindari penggunaan ban kompon keras (C1), yang justru menjadi tantangan besar bagi Verstappen.
Sang juara dunia bertahan mengalami kesulitan besar di stint kedua saat menggunakan ban keras dan bahkan sempat turun ke posisi terbawah.
Masalah Red Bull tak berhenti di situ. Kedua pembalap mengalami kendala saat pit stop pertama, di mana sistem lampu lalu lintas tim tidak memberikan sinyal hijau meskipun pergantian ban telah selesai. Hal ini menghambat waktu dan memengaruhi posisi di lintasan.
“Pada pit stop pertama, lampu tidak menyala sama sekali. Sistem kami sebenarnya sederhana, namun tombolnya ternyata tidak ditekan dengan cukup kuat oleh salah satu teknisi. Dalam waktu satu menit kemudian, pit stop kedua terjadi dan masalahnya terulang. Akhirnya, kami mengaktifkan sistem manual dan kepala mekanik yang memberi aba-aba keluar,” jelas Horner.
Ia juga mengungkapkan bahwa kemungkinan terdapat masalah kabel atau sistem kelistrikan pada gantry pit yang menyebabkan malfungsi tersebut, sesuatu yang menurutnya belum pernah dialami sebelumnya.
Di luar isu pit stop, Verstappen juga mengeluhkan masalah pengereman sepanjang balapan. Gabungan dari gangguan teknis, degradasi ban yang tinggi, dan ketidakseimbangan mobil membuat Red Bull tidak mampu bersaing di posisi terdepan.
Sementara itu, tim rival seperti McLaren dan Mercedes tampil solid dan berhasil meraih poin besar. “Kami menghadapi dua isu utama akhir pekan ini: masalah pengereman dan ketidakseimbangan mobil. Ini memperburuk performa ban dan secara keseluruhan membuat segalanya terlihat lebih buruk,” lanjut Horner.
“Dengan semua tantangan ini, finis di posisi keenam dan sembilan sudah merupakan bentuk ‘damage limitation’. Selisih kami dengan Lando Norris hanya delapan poin, dan itu patut disyukuri.”
Red Bull kini menghadapi tekanan untuk segera memperbaiki performa dan menyelesaikan masalah teknis sebelum Grand Prix Arab Saudi yang hanya berselang beberapa hari.
Dengan McLaren unggul 80 poin di klasemen konstruktor, Red Bull dituntut tampil maksimal di Jeddah untuk menjaga peluang dalam perebutan gelar juara tim. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi