RadarBanyuwangi.id - Pierre Gasly berhasil mencatatkan hasil gemilang untuk tim Alpine dengan finis di posisi ketujuh pada Grand Prix Bahrain 2025, menghadirkan poin perdana bagi tim musim ini.
Pembalap asal Prancis tersebut juga menyatakan kepuasannya atas performa kompetitif yang ditunjukkan Alpine sepanjang akhir pekan balapan.
Gasly memulai balapan dari posisi keempat setelah sesi kualifikasi yang mengesankan, dan mampu mempertahankan posisinya di jajaran 10 besar sepanjang 57 lap.
Ia bahkan sempat menahan tekanan dari juara dunia Max Verstappen selama puluhan lap di tahap akhir lomba, sebelum akhirnya disalip pembalap Red Bull tersebut pada putaran terakhir, membuatnya turun ke posisi ketujuh.
Meski kehilangan satu posisi di lap terakhir terasa mengecewakan, Gasly tetap bersyukur atas pencapaian penting ini, terlebih dibandingkan performa Alpine pada seri sebelumnya di Jepang yang belum membuahkan hasil.
"Saat ini saya masih merasakan frustrasi karena kehilangan satu posisi di lap terakhir setelah berjuang keras selama lebih dari 20 lap untuk menahan Max," ujar Gasly kepada media seusai balapan.
"Saya sempat menjaga jarak dari DRS, tetapi di beberapa lap terakhir saya benar-benar kehabisan grip ban."
Gasly juga menyoroti perbedaan besar performa Alpine antara GP Jepang dan Bahrain. Ia merasa hasil ini mencerminkan potensi mobil dan peningkatan strategi tim.
"Jika melihat akhir pekan lalu kami sangat kesulitan dan tidak mampu masuk ke zona poin, sementara sekarang kami bisa bersaing dengan tim-tim papan atas. Ini menunjukkan betapa besar progres yang telah kami buat," tambahnya.
Saat ditanya apakah performa impresif ini hanya spesifik untuk Sirkuit Internasional Bahrain atau bisa direplikasi di sirkuit lain, Gasly mengungkapkan optimisme dengan hati-hati.
"Selama tes pramusim di Bahrain, kami tampil cukup kompetitif yang sempat membuat ekspektasi tinggi. Kini hasil itu terkonfirmasi, dan kami perlu menganalisis kenapa mobil kami bekerja sangat baik di trek ini," jelasnya.
Gasly menutup dengan harapan bahwa performa serupa dapat diulang di seri-seri mendatang, meski ia menyadari perlunya pemahaman teknis lebih dalam terhadap karakteristik mobil. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi