RadarBanyuwangi.id - Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, tengah menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan kariernya di Formula 1 dengan komitmen pendidikan yang masih harus diselesaikan.
Di usianya yang baru 18 tahun, Antonelli kini fokus mencari waktu untuk menyelesaikan ujian akhir sekolah di tengah jadwal balapan yang padat di musim perdananya bersama Mercedes di F1.
Setelah berhasil mendapatkan SIM beberapa minggu sebelum debut resminya di Formula 1, Antonelli kini mengejar pencapaian non-balap berikutnya, yakni menuntaskan tahun terakhir masa sekolahnya.
“Saya sedang menjalani tahun terakhir sekolah,” ujar Antonelli dalam wawancara bersama podcast The Fast and the Curious.
“Saya masih punya ujian akhir, dan saat ini saya sedang mencoba mencari tanggal yang cocok untuk mengikutinya, yang ternyata cukup sulit."
Antonelli mengaku mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah yang terus mengirimkan materi pembelajaran, namun tetap mengakui bahwa menyelesaikan pendidikan di tengah karier balap profesional adalah sebuah komitmen besar.
“Saya sering bilang saya tidak ingin melakukannya, tapi ketika saya pikirkan lagi, ini penting. Saya sudah menjalani sekolah selama bertahun-tahun, dan akan sangat disayangkan bila saya menyerah di tahun terakhir. Lagi pula, ibu saya sangat peduli akan hal ini, jadi saya akan menyelesaikannya untuk dia juga.”
Belajar Online dan Dukungan Teman Sekelas
Meski tidak bisa hadir secara fisik di sekolah, Antonelli menjelaskan bahwa ia mengikuti pembelajaran secara daring.
Ia bersekolah di sekolah negeri, yang tidak memiliki sistem belajar online langsung, namun guru-guru mengirimkan materi pelajaran setiap selesai sesi tatap muka, yang kemudian dipelajarinya secara mandiri. Ia juga mendapatkan bantuan dari teman-teman sekelasnya.
“Tahun ini terasa jauh lebih berat. Saya mulai kesulitan mengikuti pelajaran karena jadwal F1 yang semakin padat, tapi saya tetap berusaha menyelesaikannya,” tambah Antonelli.
Matematika Jadi Tantangan Terbesar
Saat ditanya tentang pelajaran yang paling tidak disukainya, Antonelli dengan jujur menjawab Matematika.
“Perasaannya sangat buruk, saya tidak akan bohong. Awalnya Anda lihat angka, lalu tiba-tiba muncul huruf-huruf, dan saya langsung berpikir, ‘Ya Tuhan, kenapa saya harus belajar ini?’ Tapi ya, ini sesuatu yang harus saya selesaikan.”
Sebaliknya, Antonelli mengaku menyukai pelajaran Bahasa Inggris karena sudah ia kuasai dengan baik, serta Pendidikan Jasmani, yang menurutnya lebih menyenangkan.
Bantuan dari Rekan Tim?
Meski berada di lingkungan para profesional berprestasi, Antonelli belum meminta bantuan siapa pun dari tim Mercedes untuk urusan sekolah, termasuk bos tim Toto Wolff.
“Saya tidak pernah meminta bantuannya, walaupun dia tahu pendidikan itu penting.”
Namun, Antonelli berseloroh akan mempertimbangkan untuk meminta bantuan George Russell, rekan setimnya, terutama dalam pelajaran matematika.
“Kalau saya ketemu dia di pesawat, saya akan minta bantuannya untuk pelajaran matematika dan lihat bagaimana hasilnya,” ucap Antonelli sambil tertawa. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi