Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jatuh Bangun di Arena Sirkuit yang Penuh Lumpur, Buruh Angkut Gabah Ikuti Manol Motocross Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 9 April 2025 | 09:00 WIB
Peserta Manol Motocross beradu cepat dalam balapan di kawasan persawahan yang disulap menjadi sirkuit dadakan di Desa Parangharjo, Songgon, Selasa (8/4).
Peserta Manol Motocross beradu cepat dalam balapan di kawasan persawahan yang disulap menjadi sirkuit dadakan di Desa Parangharjo, Songgon, Selasa (8/4).

RADARBANYUWANGI.ID – Petani di Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, punya cara unik untuk mengistirahatkan lahan persawahan usai panen raya padi.

Mereka menggelar lomba balap manol motocross di sirkuit dadakan di persawahan setempat kemarin (8/4).

Event sport tourism yang kali pertama digelar tersebut menggabungkan unsur hiburan dan adu keterampilan para pemanol, untuk sampai di garis finis pada sirkuit sepanjang 300 meter.

”Ada 50 pemanol yang ikut, mereka adu cepat dalam empat lap,” kata Ketua Panitia Manol Motocross Dani Wahyudi.

Menurut Dani, konsep acara ini para pemanol diminta menuntaskan dua lap dengan tanpa beban, kemudian dua lap lanjutan dengan tambahan beban pengganti gabah seberat sekitar 50 kilogram.

”Ini digelar dua hari, Senin (7/4) babak penyisihan, dan hari ini (kemarin) semifinal sampai final,” terangnya.

Pria yang juga petani sekaligus inisiator perlombaan itu menjelaskan, ide lomba balap manol itu muncul saat awal panen raya padi akhir Februari 2025.

Saat itu, bersama petani lain melihat pemanol mengangkut gabah dari sawah ke pinggir jalan sambil balapan.

”Mengeluarkan hasil panen dari sawah sambil nge-tril, saya tawari dibuatkan lomba,” tandasnya.

Tawaran itu ternyata mendapat tanggapan positif. Para pemanol banyak yang tertarik. Selanjutnya, ide itu digodok selama Ramadan dan mendapat dukungan penuh dari Polresta Banyuwangi dan Kodim 0852 Banyuwangi.

”Pak Kapolresta dan Pak Dandim banyak membantu, juga membuka acara ini,” katanya.

Tidak hanya diikuti pemanol dari wilayah Kecamatan Songgon, lomba tersebut juga diikuti peserta dari wilayah lain seperti Kecamatan Sempu, Muncar, hingga Glenmore.

”Pemanol itu punya grup. Jadi, sekali informasi disebar, langsung banyak yang tahu dan ikut,” ungkap Dani seraya menyebut hadiah utama lomba ini adalah dua ekor kambing.

Ajang manol motocross juga digelar untuk mengistirahatkan lahan persawahan di wilayah tersebut.

Lantaran terus-menerus digarap, unsur hara di persawahan mulai berkurang sehingga panenan petani menjadi jelek. ”Jadi ini sambil memberi jeda,” terangnya.

Salah satu peserta manol motocross, Anwar Zahid, 40, menyambut positif lomba tersebut. Menurutnya, lomba ini sekaligus jadi ajang silaturahmi antarpemanol.

”Semoga tahun depan bisa digelar lagi dengan hadiah lebih besar,” harapnya. (sas/abi/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#buruh angkut #Kodim 0825 #gabah #polresta banyuwangi #Sport Tourism #manol motocross #banyuwangi #buruh #Balapan