Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ferrari Awali Musim F1 2025 dengan Hasil Kurang Memuaskan: Vasseur Tetap Optimistis

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 9 April 2025 | 13:15 WIB
Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa awal musim Formula 1 2025 bukanlah yang ideal bagi tim.
Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa awal musim Formula 1 2025 bukanlah yang ideal bagi tim.

RadarBanyuwangi.id - Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa awal musim Formula 1 2025 bukanlah yang ideal bagi tim.

Dalam Grand Prix Jepang, Charles Leclerc hanya mampu finis di posisi keempat, sementara Lewis Hamilton menutup balapan di posisi ketujuh.

Hasil ini memperpanjang catatan Ferrari yang belum meraih podium dalam tiga seri Grand Prix pembuka musim 2025. Meski demikian, Hamilton sempat menyumbang kemenangan dalam sesi Sprint Race di GP Tiongkok, setelah start dari pole position.

Performa Masih Tertinggal dari Rival

Posisi start Leclerc di P4 saat GP Jepang merupakan pencapaian grid tertinggi Ferrari sejauh ini. Sementara itu, tim-tim pesaing seperti Red Bull, McLaren, dan Mercedes justru tampil lebih konsisten dan kompetitif sejak awal musim.

Situasi ini mengingatkan pada musim lalu, di mana Ferrari juga mengalami awal musim yang sulit, namun berhasil bangkit dengan beberapa kemenangan penting, termasuk di Monaco dan Monza.

“Saya sudah terbiasa karena dua musim terakhir kami juga memulainya seperti ini,” ujar Vasseur dengan nada bercanda.
“Tentu saja ini bukan awal yang ideal, dan saya lebih suka menang sejak balapan pertama. Tapi kami tidak perlu mengubah pendekatan dari musim lalu. Kami akan tetap melangkah selangkah demi selangkah sebagai satu tim.”

Masalah Teknis dan Diskualifikasi Membayangi

Ferrari saat ini tertinggal dalam klasemen konstruktor, terlebih setelah insiden diskualifikasi di GP Tiongkok akibat pelanggaran ketinggian mobil.

Hamilton terkena imbas langsung dari hal tersebut, di mana mobilnya dianggap terlalu rendah karena skid block infringement, pelanggaran yang kerap terjadi dalam era ground effect saat ini.

Namun Vasseur menegaskan bahwa tidak ada masalah khusus pada desain mobil SF-25, terkait pengaturan ketinggian mobil.

“Semua tim ingin menjalankan mobil serendah mungkin karena akan menghasilkan lebih banyak downforce. Tapi ada Batasan, baik dari regulasi maupun dari efek ‘bottoming’. Itu bukan karakteristik khusus Ferrari tahun ini. Semua tim menghadapi tantangan yang sama,” jelasnya.

Masih Ada Harapan di Sisa Musim

Dengan selisih 76 poin dari McLaren yang kini memimpin klasemen konstruktor, Ferrari harus segera menemukan solusi jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar.

Namun Vasseur tetap optimistis, terutama menjelang balapan di Bahrain, yang merupakan salah satu trek yang sudah sangat dikenal oleh tim dari sesi tes pramusim.

“Tahun lalu, peningkatan performa kami bukan karena menemukan ‘peluru ajaib’, tetapi karena menggabungkan banyak aspek: keseimbangan mobil, kemampuan pembalap, dan setelan teknis yang tepat,” tambahnya.

“Kemarin, Leclerc kehilangan sepersepuluh detik di tikungan terakhir dan juga di tikungan pertama saat kualifikasi. Hal seperti ini juga terjadi pada Piastri dan pembalap lain. Intinya, kami harus meningkatkan kendali dan drivability mobil untuk mengeluarkan potensi terbaik dari paket yang kami miliki.” (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Grand Prix Jepang 2025 #charles leclerc #klasemen f1 2025 #lewis hamilton #Hasil F1 terbaru #Strategi Ferrari F1 #SF 25 Ferrari #Ferrari F1 2025 #fred vasseur #Formula 1 Bahrain