Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Drama Sabuk Pengaman dan Duel Ketat, Hadjar Cetak Poin Manis di GP Jepang 2025

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 9 April 2025 | 00:15 WIB
Isack Hadjar, rookie sensasional Racing Bulls, mencuri sorotan di Grand Prix Jepang 2025.
Isack Hadjar, rookie sensasional Racing Bulls, mencuri sorotan di Grand Prix Jepang 2025.

RadarBanyuwangi.id - Isack Hadjar, rookie sensasional Racing Bulls, mencuri sorotan di Grand Prix Jepang 2025 dengan finis di posisi kedelapan, mengantongi poin pertama musim ini di Sirkuit Suzuka, Minggu (6/4).

Dalam balapan yang ia sebut “sempurna”, pebalap muda Prancis ini mengatasi drama sabuk pengaman dan duel ketat, membuktikan bahwa ia bukan sekadar pendatang baru biasa.

Akhir pekan tak dimulai mulus untuk Hadjar. Masalah teknis pada sabuk pengaman di sesi kualifikasi mengganggu fokusnya, tapi ia tetap melaju dan mengunci posisi start ketujuh, hasil terbaiknya sejauh ini. “Kemarin saya merasa ada potensi yang tertinggal,” katanya.

Namun, di balapan 53 lap yang menuntut ketahanan, Hadjar hanya kehilangan satu posisi dan menjaga ritme hingga finis, mengamankan empat poin berharga.

Start dari P7, Hadjar langsung dihadapkan pada tekanan. Lewis Hamilton (Ferrari) menyalipnya di lap awal, tapi ia tak goyah.

Dengan strategi satu pit stop yang dieksekusi mulus oleh Racing Bulls, Hadjar menahan Alex Albon (Williams) di belakangnya dan mengungguli rekan setim barunya, Liam Lawson, yang terpuruk di P17.

Lawson, yang baru kembali ke Racing Bulls usai bertukar kursi dengan Yuki Tsunoda (kini di Red Bull), jelas kalah bersinar di Suzuka.

“Ini pertama kalinya musim ini saya benar-benar puas. Hari ini saya keluarkan semua kemampuan, dan hasilnya terbayar. Saya senang sekali,” ungkap Hadjar usai balapan.

Poin dari Jepang mengangkatnya ke posisi 13 di klasemen sementara, lompatan besar yang membakar semangatnya jelang seri Bahrain.

“Mobil kami kompetitif di berbagai trek. Meski tes di Bahrain sebelumnya kurang oke, saya yakin kami bisa tampil kuat,” tegasnya penuh percaya diri.

Penampilan Hadjar jadi angin segar bagi Racing Bulls, yang sempat dikritik akibat strategi buruk di GP China.

Di Suzuka, mereka menebusnya dengan keputusan pit stop tepat waktu dan mobil yang konsisten. Jika ritme ini bertahan, Hadjar bisa jadi ancaman serius di sisa musim 2025. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Suzuka #isack hadjar #jepang #Liam Lawson #f1