Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Anggaran Olahraga Hanya Rp 2,7 Miliar, Musker KONI Banyuwangi Memanas

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 10 Maret 2025 | 12:00 WIB
Perwakilan cabor menghadiri musker KONI di aula kantor Dispendik Banyuwangi, Sabtu (9/3).
Perwakilan cabor menghadiri musker KONI di aula kantor Dispendik Banyuwangi, Sabtu (9/3).

RADAR BANYUWANGI – Musyawarah Kerja (Musker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyuwangi yang digelar di aula kantor Dinas Pendidikan Banyuwangi berlangsung panas, Sabtu (9/3).

Suasana memanas dipicu munculnya kabar anggaran pembinaan cabang olahraga (cabor) tahun 2025 dialokasikan Rp 2,7 miliar oleh Dispora Banyuwangi.

Puluhan perwakilan cabor yang hadir terlibat perdebatan karena menilai nominal tersebut jauh dari kebutuhan riil.

Terlebih, tahun ini KONI dihadapkan pada dua tugas besar. Salah satunya yaitu mempersiapkan dan memberangkatkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025 di Malang Raya.

Selanjutnya, program pembinaan reguler bagi puluhan cabor harus tetap diselenggarakan dari anggaran olahraga yang diberikan pemkab kepada KONI Banyuwangi.

Informasi itu disampaikan perwakilan peserta dari Ketua Cabor Panahan Bonavita Budi Wijayanto.

Bonavita mengungkapkan, dari informasi yang disampaikan kadispora, tahun ini anggaran pembinaan olahraga yang diberikan sebesar Rp 2,7 miliar.

Anggaran tersebut sudah termasuk dengan semua kegiatan yang ada selama tahun 2025.

”Kami diberi tahu oleh Kadispora kalau anggaran untuk KONI tahun ini Rp 2,7 miliar,” jelasnya.

Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah mengatakan, pihaknya terus berupaya berkomunikasi dengan Pemkab Banyuwangi untuk bisa mendorong anggaran olahraga.

Secara resmi belum disebutkan berapa nominal yang disetujui oleh Pemkab Banyuwangi.

Khoirullah mengaku terkejut dengan informasi yang sudah disampaikan Dispora kepada cabor sehingga menimbulkan kegaduhan saat raker.

”Kami terus berupaya memperjuangkan kenaikan anggaran melalui rapat koordinasi dengan dinas terkait dan Bappeda. Target kami minimal lebih tinggi dari anggaran di saat Porprov tahun 2023 lalu agar bisa memenuhi kebutuhan Porprov dan pembinaan dasar,” tegas Khoirullah.

Mantan ketua cabor Muaythai itu menambahkan, ada beberapa poin dalam raker yang diusulkan oleh cabor. Sehingga ke depan akan menjadi pertimbangan dalam program KONI.

Di antaranya persiapan puslatkab yang dilakukan oleh KONI, proses degradasi cabor yang tidak aktif dari keanggotaan KONI serta perubahan sistem ploting anggaran.

”Kami berharap bisa mendapatkan anggaran sesuai dengan kebutuhan cabor. Nanti setelah ada kepastian kami akan kembali menggelar rapat dengan cabor,” tegasnya.

Sekretaris KONI Jatim Akmal Budianto yang hadir dalam raker tersebut berharap hasil raker bisa memperkuat komitmen cabor di Banyuwangi untuk membangun prestasi bersama.

Terutama untuk mempersiapkan diri turun di Porprov Jatim pada Juli nanti.

Akmal berharap efisiensi anggaran yang sedang terjadi tidak berdampak pada pembangunan olahraga di Banyuwangi.

”Yang penting (efisiensi) tidak mengganggu program prioritas. Porprov dan olahraga masuk dalam prioritas,” tegasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#koni banyuwangi #olahraga #musker #cabor #memanas #anggaran