RadarBanyuwangi.id – Laga pemungkas Grup AA Liga 4 Jatim di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Jumat sore (24/1) dipastikan akan disuguhi pertandingan yang cukup sengit.
Persewangi Banyuwangi yang berhadapan dengan Persebo Muda 1964 harus bermain habis-habisan jika ingin merebut puncak klasemen.
Peluang kedua tim cukup besar untuk sama-sama lolos ke babak 16 besar. Meski hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, kedua tim dipastikan akan bermain habis-habisan.
Jika hasil akhir imbang, Persewangi akan dirugikan karena harus puas menjadi runner-up dan tidak bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah di babak 16 besar.
Di sisi lain, Persebo juga harus mencari kemenangan untuk bisa melenggang mudah di babak selanjutnya. Persewangi dan Persebo akan bertarung dalam kondisi sama-sama pincang.
Persewangi kehilangan empat pemain pilarnya, yaitu Maldini, Alfian, dan Sandi akibat akumulasi kartu kuning.
Ramdin yang terbelit cedera saat menjamu Persid Jember dipastikan tidak bisa turun pada laga hari ini.
Absennya sejumlah pilar Laskar Blambangan menjadi tambahan tugas bagi Alexander Saununu untuk bisa meracik tim dengan kondisi pincang tersebut.
Di sisi lain Persewangi memiliki harapan setelah penyerang andalan Yusuf Efendi dipastikan bisa bermain dan masuk bench cadangan.
Pelatih Persewangi Alexander Saununu mengatakan, menghadapi laga melawan Persebo, ada opsi harus menurunkan pemain baru, yaitu Fernando.
Cederanya beberapa pemain dan suspensi akibat akumulasi kartu kuning, mau tidak mau harus menurunkan pemain baru.
”Mungkin akan kami turunkan pemain baru di pertandingan ketiga. Kami harus kembali menang untuk mengamankan tiket lolos dan juara grup,” tegas Alex.
Terkait belum maksimalnya permainan Persewangi, Alex menyadari hal itu masih menjadi PR untuknya.
Dia mengatakan, waktu yang dihabiskan pemain dengan dia lebih sedikit jika dibandingkan dengan coach almarhum Syamsuddin Batolla.
Kondisi ini yang membuat taktik permainan belum bisa diterapkan seluruhnya. ”
Kami harus melakukan banyak rotasi untuk menghadapi pertandingan besok (hari ini). Yang kami waspadai sebenarnya motivasi tim lawan. Semua tim bermain habis-habisan saat menghadapi Persewangi,” tegasnya.
Asisten Manajer Persebo 1964 Bondowoso Juang Jayadi Putra berharap bisa sama-sama lolos dari Grup AA bersama Persewangi.
Dia mengakui banyak tim yang akhirnya termotivasi saat berhadapan dengan Persewangi. Apalagi, selama ini rencana Persewangi untuk bisa naik kasta benar-benar memotivasi banyak tim, terutama di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Meski demikian, Juang memastikan timnya tak akan main mata dengan Persewangi, meski dua pemainya mendapat kartu merah.
Juang menegaskan timnya masih memiliki komposisi pemain yang mumpuni untuk turun melawan Persewangi.
”Nanti ada rotasi pemain, evaluasi pertandingan hari ini juga kami lakukan. Bagaimana pemain kami lebih mengontrol emosi. Dua pemain kami kena kartu merah pada laga pertama dan kedua,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin