RadarBanyuwangi.id – Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD se-Banyuwangi digelar sehari penuh Selasa (7/5).
Setelah sebelumnya berhasil mengirim perwakilan hingga level internasional dan meraih prestasi tingkat dunia, tahun ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi membidik prestasi yang sama.
Seperti diketahui salah satu siswa SD asal Banyuwangi, Aldhea Azarina Bharata, berhasil meraih prestasi level dunia tahun lalu.
Atlet karate yang satu ini membawa pulang dua medali emas dalam ajang Maia International Karate Open (MIKO) yang berlangsung di Portugal pada tanggal 2 sampai 3 Desember 2023.
Sementara itu, ada enam cabang olahraga (cabor) yang masuk dalam seleksi O2SN tahun ini. Mulai dari kids atletik, renang, senam, karate, pencak silat, dan bulu tangkis.
O2SN kali ini digelar di tiga titik, yakni Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun, SMPN 1 Giri, dan SDN Model.
Terdapat kurang lebih 194 siswa yang turun dalam O2SN tingkat SD kemarin. Mereka merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, O2SN menjadi acuan bagi keberhasilan pendidikan olahraga di sekolah.
Meski sistemnya adalah pembinaan, namun output-nya tetap harus mengarah kepada prestasi. Karena itu, tahun ini Dispendik berharap akan ada lagi atlet dari O2SN SD yang lolos hingga ke level nasional.
Menurut Suratno, target itu tidak terlalu muluk-muluk mengingat tahun lalu salah satu atlet jebolan O2SN berhasil melenggang hingga menjadi juara tingkat internasional.
”Target kita juara nasional. Kalau bisa ada salah satu dari 6 cabor yang bisa mewakili,” kata Suratno.
Mantan kepala SMAN 1 Srono itu menambahkan, sistem pembinaan olahraga di sekolah saat ini didorong untuk membentuk atlet berprestasi.
Karena itu, tak hanya berbekal dari guru olahraga saja. Kerja sama dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat termasuk pihak pengampu cabor perlu dilakukan untuk mendorong prestasi siswa di bidang olahraga.
”Adelia yang berhasil menjadi juara internasional menjadi bukti kolaborasi masyarakat, sekolah, dan orang tua akan memperkuat sistem pelatihan untuk para siswa,” tandas Suratno. (fre/sgt/c1)
Editor : Salis Ali Muhyidin