RadarBanyuwangi.id - Atlet balap sepeda Indonesia, Bernard Benyamin van Aert memastikan diri mendapat tiket ke Olimpiade Paris 2024, Juli mendatang.
Pembalap berusia 27 tahun tersebut, berhasil lolos ke Olimpiade Paris dari disiplin track, dengan nomor Omnium Putra.
Lolosnya Bernard ke Olimpiade ini tentu membanggakan. Apalagi, ini jadi yang pertama kalinya Balap Sepeda disiplin track masuk Olimpiade sejak terakhir kali pada 2004 lalu.
Kala itu, Indonesia meloloskan atlet balap sepeda dari disiplin track ke Olimpiade, yakni Santia Tri Kusuma (point race putri) pada Olimpiade 2004 Athena.
Baca Juga: 5 Keunggulan Ini Dimiliki Warung Madura: Sekelas Minimarket Pun Dibuat Ketar-ketir
Moncernya prestasi balap sepeda Indonesia tentu tidak instan. Ini juga tak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Dadang Haries Poernomo.
Namun, siapa sangka, Dadang yang melatih Timnas Balap Sepeda sejak 2008 itu, merupakan pria asal Kabupaten Banyuwangi.
Ya, pria kelahiran 28 April 1973 itu, lahir dan besar di Banyuwangi.
Sejak muda, Dadang memang menyukai olahraga balap sepeda. Tak heran, saat SMP ia sudah mengikuti kejuaraan balap sepeda di tingkat daerah.
Karirnya terus meningkat, bahkan ia pernah berprestasi dengan menyabet sejumlah mendali emas di beberapa kejuaraan.
“Di Pon pada awal-awal karir saya, saya menyabet 4 mendali. Dua di antaranye emas. Di Sea Games Malaysia, saya juga menyabet satu medali emas,” katanya saat ditemui RadarBanywuangi.id.
Dadang yang saat SD bersekolah di SDN 4 Lateng, kemudian memutuskan gantung sepeda pada 2002.
Setelahnya, ia yang sempat berkuliah dan menetap di Jogja, akhirnya memutuskan jadi pelatih di daerah saat itu juga.
Enam tahun melatih ia kemudian ditunjuk sebagai pelatih Timnas balap sepeda nomor BMX.
Selanjutnya, prestasi demi prestasi didapat tim yang ia latih, hingga akhirnya diputuskan ia diangkat sebagai pelatih kepala Balap Sepeda Indonesia.
Dengan prestasi terbaru balap sepeda dengan berhasil lolos ke Olimpiade Paris, Dadang mengatakan Bernard telah melalui perjalanan panjang untuk mengejar poin kualifikasi menuju Paris sejak 2023.
“Timnas balap sepeda sudah menargetkan Bernard lolos. Alhamdulillah dengan perjuangan Perjuangan yang sangat berat dan panjang melawan gempuran teknologi dari tim negara-negara besar yang setiap tahun berkembang,” kata Dadang.
Berdasarkan keterangan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Bernard lolos melalui kualifkasi negara untuk disiplin track.
Hal itu juga berdasarkan informasi yang dikeluarkan Union Cycliste Internationale (UCI), Senin (22/4). (*)
Editor : Salis Ali Muhyidin