Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kontingen Tinju 'Bayangan' Banyuwangi Proyeksi Porprov Jatim Gondol Lima Medali Diajang SBOC di Surabaya

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 8 Maret 2024 | 21:16 WIB

PRESTASI: Lima atlet tinju asal Banyuwangi menggigit medali yang mereka raih di Kejuaraan Surabaya Boxing Open Competition (SBOC) 2024.
PRESTASI: Lima atlet tinju asal Banyuwangi menggigit medali yang mereka raih di Kejuaraan Surabaya Boxing Open Competition (SBOC) 2024.
Radarbanyuwangi.id – Tim bayangan cabang olahraga (cabor) tinju yang disiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur terus dipoles.

Pada kejuaraan Surabaya Boxing Open Competition (SBOC) 2024 yang digelar Minggu (3/3) lalu, lima petinju asal Bumi Blambangan berhasil membawa pulang 1 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Medali emas disumbang Andra Ilham Ramadhan di nomor 57 kilogram (kg) youth putra.

Sedangkan medali perak disumbang atlet senior Pertina Banyuwangi, Sasmito, yang turun di nomor 75 kg elite A putra.

Sasmito yang pernah turun di tiga edisi porprov terakhir itu sebenarnya bisa menang atas lawannya, petinju asal Probolinggo, Imron Hanif.

Namun, Sasmito cukup kewalahan di partai final sehingga harus puas dengan raihan medali perak.

Sedangkan tiga medali perunggu masing-masing diraih petinju muda M. Akbar Saputra yang turun di kelas 71 Kg youth putra, Dimas Febrian Nafadzah di kelas 54 kg youth putra, dan Salim Bahris di kelas 57 kg elite A putra.

Ketua Pertina Banyuwangi Randi Setyo Nugroho mengatakan, kelima atlet yang turun pada SBOC 2024 adalah tim bayangan porprov milik Pertina Banyuwangi.

Karena itu, mereka terus diuji untuk melihat seberapa jauh persiapan mereka untuk diturunkan di porprov mendatang.

Randi mengatakan, seharusnya Pertina Banyuwangi bisa membawa pulang minimal tiga emas pada SBOC 2024.

Namun karena ritme latihan sempat terganggu akibat cuaca, membuat performa para petinju asal Bumi Blambangan menurun sehingga tidak bisa tampil maksimal.

”Banyak yang tidak bisa berlatih di sasana karena jarak tempuh yang cukup jauh dan musim hujan. Tapi kami akan optimalkan jam terbang mereka,” pungkasnya. (fre/sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#medali perak #medali emas #jam terbang #Bumi Blambangan #surabaya #cabang olahraga #Tinju #jatim #boxing #cuaca #jawa timur #cabor #pertina #medali perunggu #partai final #Proyeksi porprov