Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atlet Banyuwangi Juara Dunia Karate, Sukses Bawa Pulang 2 Medali Emas dari Portugal

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 5 Desember 2023 | 19:45 WIB
PRESTASI GEMILANG: Aldhea Azarina Bharata menunjukkan dua medali emas yang diraih dalam ajang Maia International Karate Open (MIKO) yang berlangsung di Portugal.
PRESTASI GEMILANG: Aldhea Azarina Bharata menunjukkan dua medali emas yang diraih dalam ajang Maia International Karate Open (MIKO) yang berlangsung di Portugal.

RadarBanyuwangi.id – Prestasi level dunia dipersembahkan oleh Aldhea Azarina Bharata. Atlet karate asal Banyuwangi itu membawa pulang dua medali emas dalam ajang Maia International Karate Open (MIKO) yang berlangsung di Portugal pada tanggal 2 sampai 3 Desember 2023.

Prestasi yang ditorehkan Dhea – panggilan akrabnya – bisa mengobati kesedihan yang baru saja terjadi di SDN Mojopanggung, tempat dia belajar.

Belum lama ini di sekolah tersebut terjadi aksi kekerasan yang melibatkan antarsiswanya.

Salah satu siswa sekolah tersebut dianiaya oleh temannya hingga bikin heboh. Beruntung, kasus tersebut berakhir secara damai. Kedua belah pihak bisa saling memaafkan dan tidak sampai bergulir ke ranah hukum.           

Kegaduhan tersebut kini tertebus dengan prestasi gemilang yang diraih Dhea. Siswi kelas 6 SDN 1 Mojopanggung tersebut berhasil membawa dua medali emas dalam kejuaraan dunia karate.

Dua medali emas dipersembahkan Dhea dari kelas Kumite +40 kilogram female dan Kata perorangan female U10–11.

Dhea mewakili tim Indonesia bersama 16 pelajar lainnya dari berbagai daerah di tanah air. Prestasi moncer ini tak hanya membanggakan Banyuwangi.

Photo
Photo

Dhea ikut mendongkrak prestasi tim Indonesia yang didampingi Pengurus Besar (PB) FORKI dan Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas) Kemendikbudristek dalam event bergengsi tersebut.

”Sejak baru ikut karate, Dhea memang sudah terlihat berbakat. Prestasinya muncul mulai level kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai nasional,” ungkap Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Banyuwangi I Wayan Redita.

Perjalanan Dhea melenggang sebagai juara dunia tak berjalan secara instan. Ibu kandung Dhea, Rina Mayasari menuturkan, sejak menekuni bela diri karate pada tahun 2019, anaknya selalu berlatih keras.

Kebetulan kakak kandung Dhea, Wisnu Bintang Bharata, juga seorang atlet karate.

Dhea melihat kakaknya sebagai kiblatnya dalam berlatih karate. Hampir setiap hari bungsu dari dua bersaudara ini berlatih karate. Kakaknya selalu mendampingi latihan.

”Dhea kerap melihat kakaknya berlatih. Dari sana Dhea tertarik ikut karate. Saya lihat bakatnya cukup potensial sehingga saya dukung terus ikut karate,” kata Rina.

Saat persiapan turun di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), kedua anaknya berlatih bersama. Selepas subuh, keduanya berboncengan berlatih menuju Gedung Olahraga (GOR) Tawangalun.

Setelah berlatih, pulang sejenak lalu bersiap berangkat sekolah. Aktivitas seperti itu dilakukan Dhea bersama kakaknya setiap hari.

”Tahun lalu, kakaknya seharusnya ke luar negeri setelah juara O2SN. Karena masih pandemi Covid-19, tidak jadi berangkat. Rezekinya milik adiknya berarti,” ungkap Rina sambil tersenyum.

Selain berlatih sendiri, Dhea juga mengasah gerakan karate bersama pelatihnya di Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) setiap hari.

Dalam beberapa kesempatan, Rina meminta bantuan kepada pelatih INKAI Jawa Timur untuk melatih anaknya. Entah itu di Banyuwangi atau Rina harus mengantar Dhea ke Sidoarjo.

”Kedua anak saya berlatih hampir setiap hari, libur hanya hari Minggu. Kalau ada event, latihannya sehari dua kali. Kalau toh akhirnya meraih juara, ini merupakan hasil perjuangan selama ini,” kata Rina.

Selama pertandingan berlangsung, Rina mengaku terus memantau lewat streaming video. Biasanya, dia tak pernah melepaskan putrinya sendirian. Ke mana pun Dhea bertanding, Rina bersama Wisnu selalu mendampingi.

”Di babak final, saya nonton sampai jam setengah dua malam. Suami saya lihat dari kapal. Biasanya saya dampingi terus kalau ikut pertandingan. Pas bertanding di luar negeri, saya tidak bisa ikut,” ujarnya.

Rencananya, Dhea akan kembali ke Banyuwangi pada Kamis siang (7/12). Setelah pulang ke Banyuwangi nanti, Rina berharap bisa tetap memberikan dukungan kepada putrinya untuk tetap bisa meraih berprestasi.

”Yang lebih sulit mempertahankan prestasi. Dhea sudah punya nama, setiap ada event akan dituntut bisa tampil maksimal. Ini yang akan saya koordinasikan dengan pelatih di Banyuwangi dan Jatim,” tandas Rina. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#medali emas #karate #jatim #Portugal #02SN #karateka #juara dunia #forki #inkai #banyuwangi