RadarBanyuwangi.id – Ada banyak jenis olahraga dirgantara. Ada paralayang, ada pula paramotor. Selain itu ada gantole, ada juga pesawat microlight. Berikut perbedaannya.
Ada dua lokasi yang sudah dijadikan uji coba untuk kegiatan paralayang. Paralayang ini sekilas hampir mirip dengan parasit terjun payung.
Namun bedanya, terjun payung dimulai dengan terjun bebas meloncat dari ketinggian di pesawat.
Sedangkan paralayang terbang dari daratan. Biasanya take off dimulai dari dataran tinggi yang agak landai.
Tentu saja, terbang menggunakan paralayang butuh skill khusus. Kondisi alam dan cuaca juga sangat berpengaruh. Hembusan angin terutama.
Pilot sambil setengah berlari dan meloncat dari dataran tinggi. Setelah tubuhnya terangkat, dia akan mengarahkan paralayang ke arah yang dikehendaki.
Kemudian, mereka terbang menikmati panorama alam dan biasanya mendarat di dataran yang lebih rendah. Landing bisa saja di area tanah lapang, padang rumput, maupun pasir tepi pantai.
Di Bumi Blambangan, sudah ada beberapa lokasi yang cocok untuk paralayang. Yang pertama ada di kawasan perbukitan di Kecamatan Kalibaru.
Bahkan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sudah pernah menjajal terbang tandem dan menikmati sensasi pemandangan dari udara dengan paralayang.
Sedangkan lokasi kedua ada yang layak ada di perbukitan Kecamatan Kalipuro, dengan view Selat Bali dan aktivitas ramainya lalu lintas laut di sekitar Pelabuhan Ketapang.
Pada perkembangan selanjutnya, paralayang pun kian berkembang dengan tambahan mesin. Nah, parasut yang dilengkapi dengan mesin mirip kips angin itulah yang disebut paramotor.
Pilot paramotor akan lebih leluasa take off dari pada paralayang.
Meski begitu, biasanya pilot juga lebih menyukai memulai terbang dengan paramotor dari poisis tempat yang agak tinggi.
Selain menjadi sebuah cabang olahraga, paramotor banyak dimanfaatkan untuk memeriahkan event tertentu.
Pilot biasanya akan melakukan atraksi di atas venue. Ini sangat memungkinkan karena paramotor bisa terbang sangat rendah dan tidak butuh area pendaratan yang sangat luas.
Salah satu atraksi paramotor di Banyuwangi terlihat saat pembukaan liga surfing internasional (WSL) di pantai Plengkung (G-Land) beberapa bulan silam.
Sementara itu, apa itu gantole? Gantole sejatinya merupakan pesawat sederhana tanpa mesin. Hanya sayap dan gagang pegangan.
Dalam bahana internasional, gantole disebut hang gliding. Ini lantaran pilotnya menggantung dan terikat pada sayap yang fleksibel.
Posisi take off biasanya dari bukit. Hampir sama seperti paralayang, untuk pilot gantole biasanya berlari dari atas bukit hingga pesawat itu terbang.
Dari kejauhan, gantole yang terbang tampak seperti pesawat kertas berbentuk segitiga. Pilotnya dalam posisi tidur dengan kedua tangan memegang kerangka sekaligus mengarahkan laju gantole.
Yang terakhir, ada gantole yang dilengkapi dengan mesin. Ini namanya pesawat microlight.
Sayap atasnya dan struktur kerangkanya sama seperti hang glider, hanya ada tambahan mesin propeller (baling-baling) sederhana. Pesawat microlight ini juga pernah tampil saat acara Gandrung Sewu 2023 pekan lalu. (bay)
Editor : Ali Sodiqin