RadarBanyuwangi.id – Olahraga terjun payung (skydiving) termasuk salah satu olahraga ekstrem. Butuh nyali besar untuk jatuh dari ketinggian dengan berbekal payung parasut.
Terjun payung sudah sering masuk Bumi Blambangan. Ini tak lepas dari keberadaan Bandara Banyuwangi di Kecamatan Blimbingsari.
Sehingga, pesawat maupun helikopter yang mengangkut penerjun payung bisa menjangkau wilayah Banyuwangi dengan mudah.
Sebelum terbang, para atlet terjun payung biasanya bersiap atau memastikan alat yang digunakan telah terpasang.
Parasut biasanya disimpan di punggung dan akan mengembang saat terjun, dengan cara menarik tuas pada parasut tersebut.
Salah satu penerjun payung, Haris Effendy mengatakan, jumlah parasut yang dibutuhkan untuk atlet terbang sebanyak dua parasut. Satu parasit utama, satunya lagi digunakan sebagai cadangan.
Olahraga terjun payung memerlukan kesiapan mental yang kuat sebelum terjun dari ketinggian menuju daratan.
Oleh karena itu, tahap persiapan pertama sebelum melompat, para pelatih akan meminta para peloncat untuk melakukan peregangan.
”Kalau terjung payung biasanya lakukan dari atas ketinggian mencapai 13.000 kaki dengan menggunakan pesawat terbang. Ini salah satu olahraga penguji adrenalin yang cukup tinggi. Tentu para atlet harus sehat fisik maupun mental,” ujar Haris.
Tidak hanya peserta olahraga terjun payung, Haris menyebut para pemandu dan pilot terjun payung juga harus lulus serta memiliki sertifikat kelayakan untuk mendampingi para peserta. Tujuannya demi keamanan dan keselamatan.
Sertifikat yang dimiliki pun tentunya memiliki masa tenggang, yang biasanya diperpanjang dalam jangka waktu satu tahun sekali.
”Syarat mutlak yang harus dimiliki yaitu sertifikat tersebut. Bentuknya kecil seperti SIM motor. Ada ujian khusus untuk mendapatkannya, jadi harus melewati beberapa tahapan,” jelasnya.
Haris menambahkan, para peserta yang akan melakukan olahraga terjun payung harus memperhatikan situasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu. Tujuannya agar terjun payung lebih aman tanpa terkendala badai.
”Selain fisik, cuaca juga salah satu opsi penting dalam melakukan olahraga terjun payung. Dikhawatirkan cuaca buruk akan mengakibatkan pendaratan yang tidak sesuai, itu sangat berbahaya,” tandasnya. (tar/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin