RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi bersama dengan TNI AU dari Lanud Abdurahman Saleh berencana kembali membuka spot take off paralayang baru di Banyuwangi.
Setelah membuka spot awal di Gunung Menyan, Kalibaru, Banyuwangi, Rabu (16/8) spot baru di Dusun Pancoran, Desa Ketapang dipastikan juga bakal menjadi destinasi paralayang.
Spot tersebut dianggap cukup potensial karena bisa menyajikan view Selat Bali sekaligus Pulau Bali dari angkasa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, mengatakan Pemkab bersama TNI AU ingin Banyuwangi ke depan bisa digunakan sebagai tempat reli kejuaraan paralayang.
Jadi, minimal ada tiga spot paralayang yang bisa digunakan. Sehingga dalam satu reli paralayang, bisa dilakukan di Banyuwangi di lokasi-lokasi tersebut.
"Untuk spot yang di Dusun Pancoran ini cukup bagus. Jika di kalibaru menyajikan view perkebunan dan sawah, di Pancoran ini ada view laut Selat Bali dan Pulau Bali," kata Bramuda.
Tingkat ketinggian yang ditawarkan pada spot Dusun Pancoran juga cukup bagus. Untuk mencapai lokasi take off, penikmat paralayang hanya perlu berjalan 200 meter dari lokasi parkir kendaraan.
"Segmen kita banyak yang bisa ditawarkan di spot Dusun Pancoran ini. Nanti dengan durasi 50 menit dengan dipandu pelatih, penikmat paralayang bisa menyaksikan view laut, ada view gunung juga," jelasnya.
Untuk mengembangkan spot tersebut, saat ini Pemkab bersama TNI AU tengah melatih beberapa pemandu untuk bisa mendampingi penikmat paralayang yang ada di Dusun Pancoran.
Ke depan, juga disiapkan pembangunan infrastruktur untuk mempermuda akses menuju puncak tempat take off paralayang. Sehingga mempermudah mereka yang akan menjajal spot tersebut.
"Target kita minimal ada tiga spot, mungkin nanti spot ketiga di sekitar Ijen. Kita harap spot ini juga memberikan imbas dengan meningkatkan pendapatan ekonomi warga sekitar Dusun Pancoran," tutupnya. (fre)
Editor : Ali Sodiqin