Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ikuti Banyuwangi Night Run, Ratusan Pelari Disuguhi Keindahan Pantai Boom dan Suasana Malam Kampung Mandar

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 7 Agustus 2023 | 19:30 WIB
KIBARKAN BENDERA START: Sekkab Mujiono memberangkatkan peserta lari Banyuwangi Night Run dengan start dan finish di Pantai marina Boom, Sabtu malam (5/8).
KIBARKAN BENDERA START: Sekkab Mujiono memberangkatkan peserta lari Banyuwangi Night Run dengan start dan finish di Pantai marina Boom, Sabtu malam (5/8).

RadarBanyuwangi.id – Rute sepanjang 10 kilometer yang disajikan dalam event sport tourism "Banyuwangi Night Run", Sabtu malam (8/8) mendapat respon positif dari peserta.

Sebanyak 700 lebih pelari yang datang dari berbagai daerah mengaku terkesan dengan suasana malam kota Banyuwnagi. Sepanjang rute yang dilewati, peserta mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Selama mengikuti Banyuwangi Night Run, pelari diajak melintasi trek city tour dengan suasana malam di perkotaan Banyuwangi. Ajang ini mengambil start dan finish di Pantai Marina Boom.

Tempat tersebut merupakan destinasi yang instagrammable di pusat kota. Selain menyuguhkan keindahan alam, Marina Boom lekat dengan nuansa heritage. Pelari juga melintasi pusat kuliner seafood di kawasan plengsengan Kampung Mandar.

Mereka disuguhi view ikonik Pantai Marina Boom dengan deretan pedagang aneka seafood dan semilir udara pantai malam hari. Di sepanjang rute, pelari juga dihibur berbagai kesenian seperti barong, atraksi rebana, hingga live music khas Timur Tengah.

"Euforianya dapat. Sangat meriah, baik dari peserta maupun warga," ujar Gema Bagus Kurniawan, peserta yang timnya menjuarai ajang tersebut.

Sesuai aturan yang ditetapkan panitia, tim Gema terdiri dari lima orang. Tiga pria dan dua wanita. Mereka adalah para pelari dari Banyuwangi, Bondowoso, dan Gianyar, Bali.

Tim tersebut berhasil menyelesaikan balapan lari dengan catatan waktu sekitar 40 menit.

Menurut Gema, rute yang dilewati dalam Banyuwangi Night Run cukup menarik. Mereka melewati area spot wisata di Pantai Boom, pusat kuliner seafood di Kampung Mandar, ruas jalan protokol, hingga gang-gang di perkampungan.

Di sana, Gema merasakan keseruan yang berbeda. Warga kampung begitu antusias memberikan dukungan. Bahkan, beberapa warga tak segan menawarkan minuman dan camilan sebagai dukungan kepada pelari. "Warga banyak yang memberi semangat. Mereka banyak membantu," kata Gema.

Pengalaman serupa disampaikan Ifon. Tim Ifon yang merupakan gabungan pelari asal Banyuwangi, Situbondo, Malang, dan Blitar menjadi yang tercepat kedua dalam ajang tersebut.

"Rutenya asyik. Banyak warga dan penonton yang memberi dukungan. Pesertanya juga antusias sekali," ungkapnya.

Untuk mengikuti event ini, Ifon dan rekan-rekannya telah mempersiapkan diri sekitar sebulan lamanya. Menjadi juara kedua sudah cukup memuaskan bagi Ifon dan tim. Gema maupun Ifon berharap Banyuwangi Night Run akan digelar setiap tahun.

Event ini memberikan sensasi lari malam yang lebih menarik dan menantang. Kami berharap tahun depan bisa digelar lagi," harapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, konsep sport tourism menjadi salah satu style event yang terus dikembangkan di Banyuwangi. Menurutnya, pasca pandemi Covid-19 masyarakat semakin terbiasa dengan gaya hidup sehat (healthy lifestyle).

”Ini tidak hanya tentang olah raga, melainkan juga berwisata. Sehingga ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berwisata, namun tetap sehat dan bugar,” ungkap Ipuk.

Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Mujiono mengatakan, Banyuwangi Night Run diikuti sekitar 700 pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka memperebutkan total hadiah senilai Rp 150 juta.

Sebagai pergelaran perdana, Mujiono mengaku puas dengan penyelenggaraan event pariwisata berbalut olahraga tersebut. Melihat tingginya antusiasme peserta, tidak menutup kemungkinan ajang ini akan digelar lagi tahun depan. Tentunya dengan kemasan yang lebih baik dan menarik.

Mujiono menambahkan, Banyuwangi Night Run turut mendongkrak ekonomi arus bawah. Banyak dagangan yang dijual pelaku UMKM hingga pedagang asongan laris-manis selama lomba lari  berlangsung.

"Yang datang ke sini bukan hanya peserta. Penonton dan keluarga pelari ikut  meramaikan," tambahnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi Aziz Hamidi menambahkan, ajang lari Banyuwangi Night Run 2023 dibagi dalam dua kategori.

Yakni kategori night run team (kompetisi) dan individual fun light night run atau kelompok non-kompetisi. Untuk kategori kompetisi masing-masing terdiri dari 5 pelari campuran, yakni 2 wanita dan 3 pria.

”Peserta kompetisi berasal dari berbagai daerah seperti DI Jogjakarta, Surabaya, Bali, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Bondowoso, dan Jember,” kata  Aziz. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#boom #sport #event #banyuwangi #seafood #kampung mandar