Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lomba Estafet Tepung, Filosofi Perjuangan yang Dikemas dalam Kegembiraan

Dedy Jumhardiyanto • Minggu, 6 Agustus 2023 | 22:30 WIB
SEBELUM PANDEMI: Marinir AS beradu piawai dalam lomba estafet tepung untuk memeriahkan Agustusan tahun 2019 lalu.
SEBELUM PANDEMI: Marinir AS beradu piawai dalam lomba estafet tepung untuk memeriahkan Agustusan tahun 2019 lalu.

RadarBanyuwangi.id – Lomba estafet tepung semakin populer sebagai salah satu lomba Agustusan. Selain seru dan lucu, lomba ini tetap mengandung filosofi perjuangan.

Dalam lomba estafet tepung ini, peserta yang mengikuti lomba harus duduk atau jongkok berurutan ke belakang.

Masing-masing peserta memegang piring atau mangkuk yang akan digunakan untuk menampung tepung yang diberikan secara estafet dari depan ke belakang. Tim dengan perolehan tepung terbanyak yang akan menjadi juara.

Lomba ini seakan terlihat biasa saja. Bahkan, lomba ini cenderung terkesan hiburan untuk bersenang-senang belaka. Namun sebenarnya, ada beberapa makna di balik perlombaan tersebut.

Ketua Pelaksana Gebyar Kemerdekaan RI di Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Supriyadi mengatakan, pemilihan lomba Agustusan tidak hanya berdasar keseruan semata.

Menurutnya, ada hal-hal yang bertujuan untuk memberikan pendidikan pada para peserta, khususnya anak-anak.

”Lombanya sebenarnya lebih untuk membangun kebersamaan dan jiwa sportivitas. Juga membangun kerja sama dalam satu tim. Sekaligus untuk mengingat jasa para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan RI dengan cara sederhana yang menyenangkan,” ujar Supriyadi.

Untuk anak-anak biasanya dipilih jenis perlombaan yang dapat mengasah motorik anak sekaligus melatih kebersamaan dan kepercayaan diri.

Lomba estafet tepung ini salah satunya. Melalui lomba ini akan terbina kebersamaan serta melatih kerja sama antartim.

Lomba estafet tepung ini bukan sekadar permainan biasa. Ada filosofi yang terkandung di dalamnya. Peserta dalam kelompok diminta untuk duduk berbaris lurus ke belakang.

Setiap kelompok diberikan satu baskom berisi tepung yang diletakkan di depan peserta paling depan. Sedangkan, peserta terakhir paling belakang telah disediakan baskom kosong sebagai tempat penampungan tepung.

Peserta ditugaskan untuk memindahkan tepung tersebut secara estafet. Dimulai dari satu pemain terdepan kepada pemain berikutnya, biasanya dengan menggunakan kedua telapak tangan atau pun piring. Hingga pada akhirnya, tepung yang ada di baskom depan habis.

Kemenangan diperhitungkan dari berat atau jumlah tepung yang berhasil dipindahkan ke wadah paling belakang.

”Tepung dalam baskom menggambarkan suatu tugas yang diamanahkan untuk bisa diselesaikan dengan batas waktu yang telah ditentukan. Estafet tepung menggambarkan pendelegasian kepada seluruh tim yang terlibat. Bagaimana tugas tersebut dapat terselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran. Di sini dibutuhkan kerja sama, kekompakan dari seluruh anggota,” tandas Supriyadi. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Hiburan #estafet #agustusan #tepung #Lomba #perlombaan #filosofi #kemerdekaan