Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Kesengsem View Gunung Menyan, Atlet Paralayang Nasional Merasa Berada di Australia

Salis Ali Muhyidin • Senin, 24 Juli 2023 | 15:30 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani terbang naik paralayang ketika menghadiri kejuaraan Paralayang Nasional Liga Jatim Seri 2 di Gunung Menyan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Minggu (23/7).
Bupati Ipuk Fiestiandani terbang naik paralayang ketika menghadiri kejuaraan Paralayang Nasional Liga Jatim Seri 2 di Gunung Menyan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Minggu (23/7).

RADAR GENTENG - Paralayang Nasional Liga Jatim Seri 2 bertajuk Bupati Banyuwangi Open Paralayang sukses digelar, Minggu (23/7). Acara yang digelar selama tiga hari, sejak Kamis (20/7) hingga Minggu (23/7), tersebut  berlangsung di Gunung Menyan, Petak 33 D, RPH Malangsari, BKPH Genteng, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, wilayah Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Event tersebut dihadiri Bupati Ipuk Fiestiandani, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Abdul Aziz, jajaran pengurus Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur, FASI Banyuwangi, dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Kalibaru.

“Alhamdulillah, berjalan sukses dan lancar,” ujar ketua panitia Bupati Banyuwangi Open Paralayang, George Oktavianus Mambo.

Menurut George, acara yang digelar di Banyuwangi tersebut menjadi yang kedua kalinya atau Paralayang Seri 2. Untuk Paralayang Seri 1, jelas dia, sudah digelar di Sumenep, Madura. “Untuk Paralayang Seri 2 ini diikuti banyak atlet dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Kejuaraan tersebut diikuti atlet paralayang dari Sumatera Barat, Papua, Sulawesi Tengah, Lamongan, dan Lamongan. Selain itu juga diikuti dua atlet dari Banyuwangi, yang sebelumnya ikut PON (Pekan Olahraga Nasional),” kata George  seraya menyebut event ini untuk mengenalkan olahraga paralayang ke masyarakat.

Setelah dibuka pada Januari 2022 lalu, jelas dia, venue paralayang di Gunung Menyan sudah mulai dikembangkan. George berharap ke depan bisa menjadi potensi pariwisata yang menarik. “Tujuannya untuk pariwisata, ke depan diharapkan bisa mengejar Paralayang Batu, Malang,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani yang meninjau secara Banyuwangi Open Paralayang memberanikan diri untuk mencoba menaiki paralayang. Dia terbang dari atas gunung api purba yang memiliki ketinggian tak kurang dari 750 Mdpl tersebut.  Ditemani oleh atlet paralayang nasional Ike Ayu Wulandari, Ipuk terbang menikmati pemandangan tak kurang dari 20 menit.

“Pemandangan luar biasa. Keren. Kita bisa melihat hijaunya pegunungan dan hamparan perkebunan. Lebih jauh lagi kita bisa melihat kota Genteng dan sekitarnya. Bahkan, selat Bali,” ungkap Ipuk setelah mendarat dengan baik di areal datar di Desa Kalibaru Wetan.

Tak hanya disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Menikmati paralayang di Gunung Menyan juga menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi para pecinta tantangan. “Rugi kalau tidak pernah mencoba paralayang dari Gunung Menyan ini,” tuturnya.

Menurut Ipuk, Banyuwangi akan terus mengembangkan wahana sport tourism berbasis alam seperti halnya paralayang tersebut. Gunung Menyan akan terus dikembangkan sebagai destinasi yang bisa digunakan untuk atlet profesional maupun bagi penikmatnya.

“Secara bertahap akan terus kami kembangkan destinasi Gunung Menyan ini. Mulai dari sarananya maupun aksesibilitasnya,” tegasnya.

Ipuk berharap dengan pengembangan olahraga dan hobi paralayang di Gunung Menyan tersebut akan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. “Pastinya ini akan membuka lapangan pekerjaan dan menimbulkan multiplayer effect dalam ekonomi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Landasan paralayang di Gunung Menyan ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi pecinta olahraga dirgantara tersebut. Posisi gunungnya memungkinkan untuk melakukan penerbangan ke berbagai arah. Angin pun sangat menunjang dari sisi barat ataupun timur. “Ini mirip saat saya berada di Australia,” ungkap Ike yang pernah meraih medali perak di ajang Asian Games 2018 lalu.

Potensi tersebut juga diakui oleh Haris Effendi, salah seorang atlet paralayang asal Banyuwangi yang telah melanglang berbagai kota di Indonesia dan belahan dunia lainnya. “Di sini aksesibilitasnya lebih mudah, juga ditunjang dengan berbagai sarana dan budaya penunjang di sekitarnya. Ini sangat layak dikembangkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi Abdul Aziz Hamadi menyebutkan, pengembangan olahraga paralayang tidak sekadar tempatnya, tapi juga kaderisasi atletnya. “Saat ini sudah ada tujuh atlet paralayang dari Banyuwangi dan ini terus kita kembangkan,” ujarnya. (sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#Liga Jatim #Banyuwangi Open #paralayang #sport #pariwisata #Ipuk Fiestiandani #selat bali