BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jatim memastikan kepengurusan PRSI Banyuwangi periode 2020–2024 tetap berjalan. Hal itu disampaikan setelah pengurus PRSI Jatim menemui pengurus PRSI Banyuwangi dan perwakilan klub di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Sabtu (6/5) malam lalu.
Setelah melakukan mediasi antara pengurus PRSI Banyuwangi dan tiga klub anggotanya, pengurus PRSI Jatim menyatakan sudah tidak ada masalah di kepengurusan cabang olahraga (cabor) renang tersebut.
Wakil Ketua I PRSI Jatim Herlambang Wijaya menegaskan, masalah yang terjadi antara pengurus PRSI Banyuwangi dan tiga klub anggotanya hanyalah miskomunikasi. Dia juga menegaskan PRSI Jatim menolak pengajuan mosi tidak percaya yang diajukan ketiga klub anggota PRSI Banyuwangi itu. ”Kami tolak mosi tidak percaya tersebut reshuffle kabinet sementara tidak kami terima. Lanjutkan dulu, nanti setelah itu hak ketua umum (PRSI Banyuwangi) untuk ke depan bagaimana,” tegasnya.
Karena permasalahan dianggap selesai, Herlambang juga meminta kepada KONI Banyuwangi untuk segera mentransfer anggaran pembinaan olahraga kepada cabor renang. Sehingga, cabor bisa segera melakukan pembinaan kepada atlet-atletnya. ”Saya sudah sampaikan di hadapan pengurus KONI Banyuwangi, untuk bisa segera mencairkan dana pembinaan. Sudah tidak ada masalah, semua siap untuk memajukan cabor akuatik Banyuwangi,” kata dia.
Ketua PRSI Banyuwangi Aditya Ruli Delianto menambahkan, di Banyuwangi ada delapan klub renang yang menjadi anggota cabor tersebut. Saat ini, cabor renang tengah ikut mempersiapkan para atlet untuk turun di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VIII yang rencananya akan digelar pada September mendatang. ”Pengprov juga meminta kami untuk segera mempersiapkan atlet. Kami sudah rancang jadwal untuk seleksi dan pemusatan latihan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan bahwa beberapa cabor yang belum mendapatkan dana hibah dipastikan akan tetap menerima haknya setelah menyelesaikan beberapa kendala. Termasuk cabor renang yang sempat ditunda karena menunggu keputusan Pengprov PRSI Jatim terkait status kepengurusan PRSI Banyuwangi pasca munculnya mosi tidak percaya dari tiga klub renang. ”Kami hanya berusaha berhati-hati sebelum mencairkan dana pembinaan karena sebelumnya sudah ada pemanggilan dari Polda Jatim. Kami tidak ingin ada celah yang menjadi kesalahan ke depan,” tandasnya. (fre/sgt/c1)