Sebelumnya, Ketua KONI Banyuwangi Mukayin menargetkan Banyuwangi masuk lima besar perolehan medali. Target tersebut meleset karena hingga akhir pertandingan, kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini hanya masuk peringkat sepuluh.
Banyuwangi mengalami penurunan peringkat jika dibandingkan porprov tahun 2019 silam. Saat itu Banyuwangi berada di peringkat delapan. Namun, jika melihat raihan medali, ada peningkatan dibanding tahun 2019. Dari sebelumnya meraih 14 medali emas, kini naik menjadi 16.
Secara akumulasi, jumlah medali yang didapat tahun ini lebih banyak. Tahun 2019, Banyuwangi mengoleksi 57 keping medali dengan total poin 118, sedangkan tahun ini total medali Banyuwangi mencapai 70 keping dengan poin 142.
Ketua KONI Banyuwangi Mukayin mengatakan, hasil dari Porprov VII akan menjadi evaluasi bersama baik dari panitia porprov maupun tim monitoring. Rencananya, akhir pekan ini akan dilakukan rapat evaluasi untuk mengumpulkan semua laporan dari penanggung jawab kontingen di masing-masing kabupaten yang mendampingi kontingen Banyuwangi. Baru, nanti bisa diuraikan di mana letak kekurangan yang harus diperbaiki dalam porprov tahun ini.
Meski peringkat Banyuwangi menurun, Mukayin menilai prestasi Banyuwangi tahun ini tidak bisa dilihat jeblok. Karena dari perolehan medali Banyuwangi justru mengalami peningkatan. Hanya saja, dari pengamatan yang dilakukanya selama memantau aktivitas cabor, bapak tiga anak itu melihat ada beberapa fenomena yang muncul di tengah porprov. Di antaranya banyak target dari cabor unggulan yang justru meleset.
Namun di sisi lain, banyak cabor kejutan yang pada edisi porprov sebelumnya tak pernah menyumbangkan medali, justru tampil dengan bagus tahun ini. Sehingga, ikut menambah pundi-pundi medali Banyuwangi. ”Cabor andalan kita banyak yang meleset, ini menjadi keterkejutan kami. Beruntung kita kemarin mengirimkan cabor baru yang memang saya lihat potensial seperti woodball dan sambo. Mereka menambah medali untuk Banyuwangi,” imbuhnya.
Mukayin menambahkan, Banyuwangi sebenarnya bisa mendapat lebih dari 16 medali emas dari beberapa cabor yang masuk final seperti muaythai, tenis lapangan, dan tinju. Sayang, karena belum beruntung, atlet-atlet tersebut akhirnya hanya bisa menyumbang perak untuk Banyuwangi. ”Nanti kita akan melihat dulu laporan semua panitia, baru kita bisa mengevaluasi,” jelasnya.
Porprov Jatim VIII dipastikan akan kembali digelar tahun 2023. Sesuai SK Gubernur Jatim nomor 188/439/KPTS/013/2022, Porprov Jatim VIII akan digelar di Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Sidoarjo. Dengan mepetnya waktu pelaksanaan porprov tersebut dan hasil evaluasi hasil tahun 2022, Mukayin akan menyiapkan kebijakan agar Banyuwangi bisa bertanding dengan efektif.
Salah satunya dengan memilih cabor yang akan diberangkatkan ke porprov. Mukayin melihat, Porprov VIII nanti adalah momen persiapan Jawa Timur untuk turun di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Karena itu, cabor yang diberangkatkan nanti adalah yang memperoleh medali di Porprov VII. Beberapa cabor yang absen medali di Porprov VII seperti taekwondo, sepak bola putra, basket, hoki field, petanque, dan beberapa cabor lainnya kemungkinan tidak akan diberangkatkan. ”Kita tegaskan nanti mana cabor yang diberangkatkan atau tidak. Untuk yang tidak memperoleh medali kemarin, kita persilakan untuk recovery dulu. Supaya menjadi evaluasi,” tegasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud