Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atletik Terbantu Lapangan Gravel

AF Ichsan Rasyid • Kamis, 9 Juni 2022 | 14:32 WIB
PEMATANGAN: Pelari proyeksi Porprov Banyuwangi, Krisna Rompis melakukan latihan lari gawang di GOR Tawang Alun Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PEMATANGAN: Pelari proyeksi Porprov Banyuwangi, Krisna Rompis melakukan latihan lari gawang di GOR Tawang Alun Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
GIRI, Radar Banyuwangi – Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Banyuwangi mulai menata strategi sebelum mulai bertanding di Porprov Jatim VII Jember dua pekan lagi. Hingga Selasa (7/6), PASI masih tetap mengandalkan Deby Bayu Pangestu untuk perebutan medali di porprov.

Sebelumnya, atletik memasang target di nomor estafet 4 x 100 meter putra. Namun, dengan sejumlah pertimbangan, Ketua PASI Banyuwangi Agus Sujiyono belum berani menargetkan perolehan medali di nomor tersebut.

Pengalaman diskualifikasi yang didapatkan Kediri di kelas tersebut, menurut Agus, perlu menjadi pelajaran. Padahal, selama ini Kediri selalu menjadi juara di nomor estafet 4 x 100 meter. ”Dari kasus itu kita jadi waspada. Atlet tetap kita siapkan tampil maksimal di nomor itu karena sejak awal memang sudah kita latih,” terang mantan pelari nasional itu.

PASI Banyuwangi memastikan akan mengirimkan 10 atlet di ajang porprov mendatang. Lima atlet akan diturunkan di kelas estafet 4 x 100 meter putra. Kemudian, 4 atlet diturunkan di kelas 4 x 400 meter putra. Dan, satu-satunya atlet putri akan diturunkan di kelas sprint 100 meter.

Sedangkan untuk Deby yang menjadi andalan PASI Banyuwangi, akan bertarung di kelas 110 meter dan 200 meter gawang. Deby juga akan turun di kelas estafet 4 x 100 meter.

Sayangnya, hingga kini para atlet atletik Banyuwangi belum bisa menjajal venue mereka di Jember. Sebab,  lapangan atletik tersebut belum selesai dibangun. ”Kita sebenarnya mau latihan, tapi lapangannya belum siap. Kabarnya masih pemasangan sintetis,” jelas Agus.

Meski demikian, Agus menilai atlet-atletnya tetap siap untuk bertanding. Karena dari hitungan material, lapangan atletik Banyuwangi yang menggunakan material gravel dianggap lebih berat untuk berlatih. ”Beruntung lapangan kita dari gravel. Lokasi lain yang ada lapangan sintetis di Surabaya. Tapi terlalu jauh,” terangnya.

Di sisa waktu persiapan, Agus mengatakan para atlet akan terus diberi materi prakompetisi. Mereka digembleng seolah-olah berada dalam pertandingan yang sesungguhnya. ”Faktor mental yang paling kita siapkan agar di mana pun mereka bertanding tetap siap,” pungkasnya. (fre/afi/c1) Editor : AF Ichsan Rasyid
#Atletik #olahraga #porprov jatim #porprov 2022 #Atlet Andalan