BANYUWANGI – Program latihan cabang olahraga (cabor) balap sepeda bidang BMX terus digenjot selama bulan Ramadan. Target BMX untuk bisa mencuri medali pada Porprov Jatim VII tahun ini membuat para pelatih berupaya memaksimalkan persiapan.
Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Banyuwangi mengirimkan dua atlet mereka untuk turun di BMX, yaitu Bintang, 17, dan Reno Raditya, 17. Mereka sudah menjalani TC di Sirkuit Internasional BMX Muncar sejak dua bulan terakhir. Termasuk mengikuti TC fisik berjalan bersama atlet balap sepeda lainnya di Taman Blambangan.
”Di sirkuit BMX kita berlatih dua hari dalam seminggu untuk mengejar catatan waktu. Sisanya, kita lakukan latihan di luar,” kata pelatih BMX Banyuwangi Toni Lukman.
Pada porprov kali ini, Toni mengaku optimistis kedua atlet BMX Banyuwangi itu bisa membawa medali. Bintang misalnya, Toni melihat atlet berusia 17 tahun itu memiliki kemampuan yang cukup mumpuni. Begitu juga dengan Reno. Di Kejurprov BMX dia bisa masuk ke partai final, meskipun akhirnya kalah di partai final.
Menurut Toni, hasil-hasil pertandingan itulah yang kemudian menjadi bahan evaluasi untuk terus dikembangkan selama latihan. ”Hasil kejuprov kemarin kita lihat mental anak-anak memang belum maksimal karena memang persiapannya mepet. Tapi porprov kali ini kita lakukan persiapan lebih baik,” imbuhnya.
Saat berlatih di Sirkuit BMX Muncar, catatan waktu Bintang sudah mencapai 35 detik. Sedangkan untuk Reno catatan waktunya masuk 36 detik. Catatan waktu itulah yang menurut Toni sedang berusaha ditingkatkan.
Namun, Toni juga mengatakan dirinya ingin memastikan terlebih dahulu bagaimana kondisi sirkuit di Lumajang. Sebab hingga hari ini, venue porprov untuk cabor BMX masih belum selesai. Padahal, menurutnya para atlet perlu menjajal kondisi sirkuit, terutama rintangan yang ada di sana. ”Sirkuitnya belum jadi. Kalau kondisinya seperti punya Banyuwangi di Muncar, kita berani target juara. Tapi kalau berbeda, kita harus periksa dulu,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua ISSI Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, pihaknya memprogramkan semua atlet sepeda, baik dari downhill, road bike, XC, dan BMX untuk bisa menjajal venue porprov sebelum pelaksanaan. ”Atlet-atlet biar tahu dulu calon sirkuit yang akan mereka gunakan. Jangan sampai mereka sudah berlatih dengan maksimal tapi tidak bisa menyesuaikan dengan venue-nya,” pungkas Guntur.
Editor : Ali Sodiqin